Snippet
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik .. itu akan mendarat di wajah mereka.


Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara Ayat Suci yang amat ia benci. "Hai...hentikan suara jelekmu! Hentikan...!" Teriak Roberto sekeras-kerannya sembari membelalakan mata. Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.


Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala.


Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan kepada sang Algojo... Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustadz...Insya Allah tempatmu di Syurga." Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya.


Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai. "Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu!


Sang Ustadz lalu berucap, "Sungguh...aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah SWT. Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh."


Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'. Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.


"Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!"ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto.


Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto.


Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.


Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung. "Ah...sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu.


Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol. Akhirnya Roberto duduk disamping sang ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam.


Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak. Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa.


Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia. Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara. Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.


Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi ( ibu ) yang tak sudah bernyawa, sembari menggayuti abayanya.


Sang bocah berkata dengan suara parau, "Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi..."


Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya bocaah itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi...Abi...Abi..." Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.


"Hai...siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi..." jawab sang bocah memohon belas kasih. "Hah...siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka.


"Saya Ahmad Izzah..." sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi. Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah. "Hai bocah...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu.


Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto'...Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki itu.

Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.

Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi...Abi...Abi..."

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.

Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusar.


Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa..." Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.


Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu..." Terdengar suara Roberto memelas.


Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.


Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"


Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah "Asyahadu anla Illaaha illallah, wa asyahadu anna Muhammadan Rasullullah...'. Beliau pergi menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.


Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agama Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya..." .
Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy
KOS ( Kristen Ortodoks Syiria ) merupakan salah satu sekte aliran kristen yang ajarannya sangat persis dengan Islam dari cara berpakaiannya yang memakai peci/kopiah, baju koko, sajadah dan juga jilbab. Terlebih lagi dalam cara beribadahnya, ajaran ini mengenal sholat dengan 7 waktu, yaitu: sa'atul awwal (shubuh), sa'atuts tsalis (dhuha), sa'atus sadis (Zhuhur), sa'atut tis'ah (ashar), sa'atul ghurub (maghrib), sa'atun naum (Isya'), dan sa'atul layl (tengah malam/tahajud). Sangat mirip bukan??

Selain shalat, KOS juga memiliki pokok-pokok syari’at yg mirip dengan Islam, seperti:

1. KOS berpuasa 40 hari yg disebut shaumil kabir yang mirip puasa ramadhan
2. KOS memiliki puasa sunnah di hari Rabu & Jum’at yang mirip dg Puasa Sunnah senin & kamis
3. KOS mewajibkan jama’ahnya berzakat 10% dari penghasilan kotor (bruto)
4. Kalangan perempuan KOS juga diwajibkan mengenakan Jilbab & jubah yang menutup aurat hingga mata kaki
5. Pengajian KOS juga menggunakan tikar/karpet (lesehan), layaknya umat Islam mengadakan pengajian
6. Mengadakan acara Musabaqoh Tilawatil Injil dengan menggunakan Alkitab berbahasa Arab
7. Mengadakan acara rawi dan shalawatan ala KOS mirip apa yg dilakukan oleh sebagian kaum muslim
8. Mengadakan acara Nasyid, bahkan sekarang sudah ada Nasyid “Amin Albarokah“ & Qasidah Kristen (dg lirik yg mengandung ajaran Kristen berbahasa Arab)

Meski terlihat sangat santun & membiasakan berbahasa Arab (Ana, Antum, Syukron, dsb), tetapi mereka tetaplah Kristen. Kitab suci mereka tetap saja Alkitab, dan mereka tetap menuhankan Yesus dalam Trinitas. Hanya metodologi da’wah yang menyerupai umat Islam karena KOS berasal dari Syria. KOS tidak memakai 12 syahadat Iman Rasuli umat Kristen, sebagai gantinya mereka memakai ”Qanun al-Iman al-Muqaddas”. Penggunaan istilah islam sangat sering dijumpai, seperti ”Sayyidina Isa Almasih” untuk penyebutan Yesus. Mereka juga memakai Injil berbahasa Arab (Alkitab AlMuqaddas). 

Meskipun ajaran KOS dg ajaran Islam sangat mirip dalam pelaksanaannya, akan tetapi KOS dan Islam sangat jauh berbeda dari segi Tauhid atau keyakinan. Prinsip ajaran KOS masih berputar sekitar masalah trinitas, yaitu mengakui adanya Tuhan bapak, Tuhan anak dan Ruh kudus. Dan juga Yesus peranakan Maria, memiliki sifat insaniyah (sifat seperti manusia): tidak tahu musim, (Mar 11: 13), lemah (Yoh 5:30), takut (Mat 26:37), bersedih (Mat 26:38), menangis (Yoh 11:35), tidur (Mat 8:24), lapar (Mat 4:2), haus (Yoh 19:28),dsb.
Perbedaan Prinsip ajaran Islam dengan KOS (Kristen Ortodoks Syiria):
Tauhid yang diajarkan Islam bertentangan dengan KOS. Islam menolak ketuhanan Yesus (Qs. Al Maaidah 72), sedangkan KOS mengakui Yesus sebagai Tuhan.

Islam berkeyakinan bahwa Tuhan itu tidak punya Ayah & Ibu (Qs. Al Ikhlash 3), sedangkan KOS memiliki keyakinan , yaitu mengakui adanya Tuhan bapak, tuhan anak dan Ruh Kudus. Dan bahwa Maria adalah Walidatul ilah (Ibu Tuhan).

Islam memegang teguh kesucian nama & sifat Allah: Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, Allah Maha Mengetahui, Maha Kuat, Mha Melihat, Tidak tidur dan tidak serupa dg makhluk-Nya,dsb.. (sangat banyak ayat Al-Qur’an yg menyatakan sifat-sifat Agung bagi Allah)
sementara KOS tidak kuasa membendung kekurangan-kekurangan dalam sifat kemanusiaan Yesus yang tertulis dalam Alkitab.
   
Walaupun jika ditinjau dr tauhid dan keyakinan, kita dpt mengetahui kalau KOS bukanlah ajaran Islam tp ajaran ini sangat harus kita waspadai karena tampak luarnya dia mirip dg seorang Islam yg memakai peci baju kokp, berjilbab serta puasa dan shalat dan juga nasyid berbahasa Arab tetapi mengandung ajaran kristen dan mengangungkan yesus yang mereka anggap sebagai tuhan.

Berikut adalah gambar2 ritual ajaran KOS:

bacaan nasyid berbahasa Arab tetapi mengandung ajaran kristen dan pengagungan terhadap Yesus

Dalam shalatnya, sewaktu ruku', mereka membuat tanda salib seperti Kristen kebanyakan.
Lafazhnya: "Bismil Abi, wal ibni, wa ruhulqudusi, al ilaahu waahid"
(Dengan nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Allah yang Esa)

membaca Injil yg berbahasa Arab

jarak shaf renggang2 tidak merapatkan dan meluruskan shaf,
salam imam KOS kalau mengakhiri sholat, IMAM = ''ASSALAAMU'ALA JAMIIKUM '' (kesejahteraan bagimu wahai jamaahku) kemudian makmum menjawab = ''WA MAA RUHIKA AIDHAN'' (beserta ruh mu juga)

Alkitab nya
  

Kisah fakta dan nyata ini mungkin sudah lama terdengar dan di beritakan oleh media-media lain. Akan tetapi Gang Iman NEWS akan membuka kembali informasi ini untuk selalu berfikir positif. Daniel Streich, politikus asal Swiss, yang tenar dan terkenal karena kampanye menentang pendirian masjid di negaranya, tanpa diduga-duga dan tak disangka kini ia memeluk agama Islam.

Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan ia adalah orang pertama yang meluncurkan perihal larangan kubah masjid, dan bahkan mempunyai ide untuk menutup masjid-masjid di Swiss. Ia berasal dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Deklarasi konversi Streich ke Islam membuat heboh Swiss.



Streich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke seantero negeri. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Negara itu, dan membuka jalan bagi opini publik terhadap mimbar dan kubah masjid.


Tapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Tanpa diduganya sama sekali, pemikiran anti-Islam yang akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich bahkan sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang paling indah di Eropa di Swiss.


Yang paling menarik dalam hal ini adalah bahwa pada saat ini ada empat masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Ia mengakui ingin mencari “pengampunan dosanya” yang telah meracuni Islam. Sekarang adalah fakta bahwa larangan kubah masjid telah memperoleh status hukum.


Abdul Majid Aldai, presiden OPI, sebuah LSM, bekerja untuk kesejahteraan Muslim, mengatakan bahwa orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang Islam. Beberapa dari mereka ingin tahu tentang hubungan antara Islam dan terorisme; sama halnya dengan Streich. Ceritanya, ternyata selama konfrontasi, Streich mempelajari Alquran dan mulai memahami Islam.


Streich adalah seorang anggota penting Partai Rakyat Swiss (SVP). Ia mempunyai posisi penting dan pengaruhnya menentukan kebijakan partai. Selain petisinya tentang kubah masjid itu, ia juga pernah memenangkan militer di Swiss Army karena popularitasnya.


Lahir di sebuah keluarga Kristen, Streich melakukan studi komprehensif Islam semata-mata untuk memfitnah Islam, tapi ajaran Islam memiliki dampak yang mendalam pada dirinya. Akhirnya ia malah antipati terhadap pemikirannya sendiri dan dari kegiatan politiknya, dan dia memeluk Islam. Streich sendiri kemdian disebut oleh SVO sebagai setan.


Dulu, ia mengatakan bahwa ia sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan sering pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Alquran dan melakukan salat lima waktu setiap hari. Dia membatalkan keanggotaannya di partai dan membuat pernyataan publik tentang ia masuk Islam. Streich mengatakan bahwa ia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam, yang tidak dapat ia temukan dalam agama sebelumnya.


Semoga bermanfaat untuk anda yang membacanya....

”Pak kyai, sebagai non muslim, saya suka bertanya-tanya, Islam itu suka ngada-ngada ya?”, seorang dengan penampilan khas tiba-tiba menghadang kyai, lepas kyai memberikan ceramah.

”Ngada-ngada bagaimana?”, kyai heran. Kok bisa-bisanya ada orang tanpa permisi maen nyelonong kaya begitu. Mancing-mancing lagi.

”Babi kan diharamkan dalam Islam”, orang itu menangkap ceramah kyai soal keharaman babi. Rupanya orang ini memang punya niat melempar masalah, bukan sekedar mancing-mancing.

”Betul”, kyai menanggapi adem.

”Tapi kok, Allah yang mengharamkan babi, malah nyiptain babi? Ini kan buang-buang energi namanya. Sudah diharamkan, diciptakan juga”, orang itu segera menumpahkan isi hatinya. Wah, reseh nih orang kata kyai dalam hati.

”Kan larangan makan babi memang untuk orang Islam”, kyai masih anteng menanggapi tanpa ekspresi.

”Tapi kan yang nyiptain babi tuhannya orang Islam”, orang ini seolah bernafsu menekuk kyai dengan cecaran jurus-jurus silat lidahnya yang masih kelihatan kaku. Mungkin sedang nyoba ilmu.

”Loh, memang tuhan sampeyan engga bisa bikin babi?”, kyai mulai pasang kuda-kuda dan melempar jurus dasar.

”Bisa. Tapi sudah cukup diwakili tuhannya Kyai”, orang itu mampu berkelit.

”Oooo begitcuuuu”, kyai mundur sedikit. Otaknya mulai bekerja lebih serius.

”Iyaaa laaaah, ngapain cape-cape kalo ada yang bisa menyediakan fasilitas”, orang ini semakin mengumbar jurus porovokasi. Pede sekali dia. Saking pedenya, disangkanya dia pasti akan berhasil melumpuhkan otak kyai kampung itu. Dia belum sepenuhnya tahu, kyai memang orang kampung, tapi otaknya seperti lulusan Al-Azhar, Kairo, Mesir. Mesir yang sekarang lagi banyakj demo anti Husni Mubarak.

”Trus, apa aja yang dibikin tuhan sampeyan”, clingngng!, tiba-tiba lampu bohlam di dalam kepala kyai menyala. Teraaang banget. Kaya Philips 100 watt.

”Banyak laaah”., begitu confident.

”Apakah sampeyan diciptakan oleh tuhan sampeyan”, kyai kembali mengeluarkan jurus dasar.

”Ooo pasti. Manusia itu lebih mulia dari apapun. Apalagi dibanding babi. Makanya tuhan saya engga menciptakan babi, tapi memilih menciptakan manusia”, orang itu menangkis berlebihan. Jurus dasar kyai diladeni dengan jurus level empat.

”Apakah isteri sampeyan juga diciptakan tuhan sampeyan?”, kyai masih tidak beranjak dari jurus dasar.

”Isteri?... ohh, maaf saya tidak menikah”, nah, kali ini orang itu terperosok. Kakinya nyangkut celananya sendiri.

”Kalo soal nikah atau tidak, itu urusan sampeyan. Maksud saya apakah wanita juga diciptakan tuhan sampeyan?”, kyai tahu sekarang. Bohlam di kepalanya makin terang.

”Iya laaaah, wanita juga kan manusia”, tidak disadari, pertahanan orang itu makin kendor. Kuda-kudanya mulai goyah karena lepas kendali.

”Tapi, mengapa sampeyan tidak menikah?”, telak. Kyai memutar balik kata-kata orang itu. Ibarat pedang ditangan orang itu, ditekuk kyai mengarah ke dadanya sendiri.

”Dalam agama saya, saya adalah manusia suci dan dalam posisi yang tidak dibolehkan menikah”, orang itu masih menyimpan sisa-sisa keberaniannya. Dia tidak sadar bahwa perlawanannya sedikit lagi akan berakhir.

”Mengapa begitu?”, kyai menguras tenaga orang itu dan memancingnya semakin berani.

”Agar saya tetap fokus melayani tuhan”, orang itu makin tersudut, tapi masih belum nyadar bahwa ia tersudut.

”Tapi mengapa tuhan sampeyan membuat wanita, padahal sampeyan sendiri tidak boleh menikah. Melarang menikahi wanita, malah nyiptain wanita. Ini kan buang-buang energi namanya”, umpan terakhir diberi kyai.

”Eit, sabar kyai, itu berlaku hanya untuk saya. Yang laen tidak. Silahkan menikah. Kalo babi kan haram untuk semua orang Islam”, tamat.

”Lhaa ... ya sudah. Babi itu kan haram untuk semua umat Islam saja, yang laen tidak. Silahkan makan babi kalo emang doyan. Wong babinya aja kaga protes dijadiin sebagai babi haram!”.

Keh keh keh keh.,.,.Kyai tertawa terkekeh.Orang itupun pergi meninggalkan kyai dengan muka memerah.
 Saya nemu artikel ini dari buletin Islami yang terbit tiap Jum'atan gan. Judul asli artikel ini Surat dari Abdullah Al Ghaza (Pejuang HAMAS) kepada Indonesia. Artikel yang cukup panjang untuk dibaca, tapi isinya sangat menyentuh. Tak ada salahnya kan kalau di-share?
Sebagai bahan renungan kita semua,



“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.

Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!

Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi di televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.

Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?

Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.

Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.

Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.

Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?

Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.

Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.

Abdullah Al Ghaza
 gimana setelah membaca surat diatas??sungguh miris dan menyayat hati bukan??untuk itulah kita harus banyak-banyak bersyukur atas rahmat dan nikmat kita dilahirkan ditanah yang kaya dan tentram ini,semoga membuka mata hati dan pikiran kita.Semoga saudara-saudara kita disana diberikan perlindungan oleh ALLAH swt atas segala kondisi dan keadaan disana.



Allah SWT kembali menampakkan kekuasan-Nya (ayaturrahman) melalui sebuah karamah kejadian ajaib. Perkara di luar nalar manusia. Setiap muslim hendaknya mencermati, mengambil pelajaran. Sebagai bekal menguatkan langkah dalam menjalani kehidupan.


Perang di Gaza juga demikian. Banyak ayat-ayat Allah terbukti. Karamah Allah turun untuk meolong orang yang membela agamanya. Itu yang dialami oleh mujahidin Palestina, para syuhada Gaza. berikut data-datanya:


Kita awali dari Dr. Muawiyah Hassanein, Direktur Ambulan Darurat dan Departemen Kesehatan di Gaza menceritakan:


"Syuhada yang meninggal berhari-hari, bahkan berminggu-minggu masih meneteskan darah segar dari tubuhnya. Kami dan semua orang di sini sangat terkejut…"


Subhanallah….





Syahid 'Iyan berkata: "Saya menyaksikan orang yang gugur syahid tersenyum, meskipun kondisi tubuhnya hancur, darahnya masih segar."




Beberapa dokter Yordan yang menjadi relawan di Gaza memberi kesaksian:


Dr Hisam Az Zighah memberi kesaksian itu di acara Festival Ikatan Dokter Yordan beberapa hari yang lalu. Kepada wartawan Hisam menunjukkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al-Quran serta buku kumpulan doa-doa, Hishnul Muslim.


Saat itu datang seorang mujahidin yang menderita luka di rumah sakit As Syifa'. Dokter dokter tersebut melakukan pemeriksaan. Dokter itu dikejutkan dengan sepotong proyektil peluru yang ia temukan bersarang di saku pejuang tersebut.


Ada lagi pengakuan Abu Qudamah, salah seorang komandan lapangan Hamas di wilayah Timur Az Zaitun, Kota Gaza:


"Saya dan beberapa mujahidin mengintai tank-tank Israel. Kami berdoa agar Allah menurunkan tentara-Nya dari langit membantu kami. Mendadak turunlah awan tebal menyelimuti wilayah kami. Kami menyelinap di antara puluhan tank-tank itu tanpa diketahui oleh musuh. Anehnya tidak terlacak oleh pesawat-pesawat pengintai yang lalu-lalang di udara. Kami mampu meledakkan tangki tank-tank itu, akibatnya 5 tentara Israel tewas dan puluhan luka-luka."


Ketika pesawat-pesawat Israel membombardir di salah satu kota Gaza, turunlah hujan lebat di wilayah itu saja. Pesawat-pesawat itu mengalami kendala terbang berjam-jam dan tidak bisa melanjutkan pembombardirannya..


Dua orang dokter berkebangsaan Yordania bertugas di Gaza sedang bercakap dengan sekelompok mujahidin:


"Kami sedang mengawasi gerak-gerik tentara Israel dari lantai dua, mereka ingin masuk ke dalam. Karena salah seorang mujahidin dari kami telah memasang ranjau di pintu masuk, meledakkalah ranjau itu bersamaan tewasnya tentara Israel. Mendengar serangan itu, tentara Israel yang lain mengepung bangunan kami, terjadilah pertempuran sengit sampai jam dua pagi. Jam dua kami ketiduran sampai jam lima pagi. Kami bangun untuk melihat situasi, ternyata tentara Israel telah hengkang."



Syaikh Abu Bilal di perkemahan Rafah menuturkan:


"Kamu jangan mengira bahwa orang yang gugur di jalan Allah itu mati, mereka bahkan hidup, tapi kamu tidak mengetahui." Al Baqarah:154. Mereka para syuhada diposisikan setelah derajat orang-orang yang benar imannya dan sebelum orang-orang shaleh di dalam Al Qur'an. Allah swt. berfirman:


"Barangsiapa menta'ati Allah, dan Rasul, mereka bersama orang-orang yang Allah beri nikmat kepada mereka, di antara mereka para nabi-nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Merekalah sebaik-baik teman." An Nisa':69-70.


Beliau menambahkan bahwa "Jasad para syuhada masih segar, karena ruh mereka layaknya memakan buah di syurga, ini juga yang menyebabkan semerbaknya bau wangi misk. Darah masih segar, janggut tumbuh. Sebagian syuhada yang dua tahun lamanya, atau berpuluh tahun bahkan beradab-abad tidak rusak jasadnya dan tidak dimakan oleh mikroba dan cacing tanah."





Wangi semerbak serasa minyak kesturi juga keluar dari jasad prajurit Al Qassam, Muhammad Abu Sya'r. Dia termasuk bagian korban serangan bom pesawat Israel. Bau harum itu tercium oleh orang yang menemukannya. Kabar kesyahidannya tersebar ke pelosok masjid.


Para pemuda masjid berbondong melihatnya. Mereka bertahmid, bertahlil dan bertakbir mengangungkan Asma Allah atas keajaiban para syuhada.


Tenaga medis menceritakan, kami berangkat untuk menolong orang yang luka-luka di sebelah Utara Gaza, ketika itu tentara Israel menembaki sekeliling kaki kami. Kami katakan:


"Kenapa kalian melakukan ini, kami bukan tentara, kami tidak bawa senjata apalagi bom."


Salah seorang tentara Israel berteriak: "Kalian orang Arab, kalian memakai pakaian putih, kalian malaikat, kalian berperang bersama Hamas."


Ada juga tentara Israel sedang diwawancarai oleh media Israel, ia mengatakan kehilangan penglihatan karena seorang pemuda, melemparinya dengan segenggam debu. Pemuda itu berbaju putih. Seketika itu buta.


Tentara Israel lainnya menceritakan, bahwa mujahidin memberikan perlawanan memancing mereka dalam banyak pertempuran laksana memancing ayam dan itik.


Pengakuan tentara Israel yang lain, ia melihat tentara Israel terluka dan ditembaki dari arah kanan dan kiri. Bingung, tidak ditemukan dan tidak diketahui dari mana tembakan itu berasal.


Sejumlah wartawan yang meliput perang di Gaza menceritakan, kami bersembunyi dari bombardir. Ketika situasi reda, kami dikejutkan oleh seorang yang keluar dari puing-puing reruntuhan bangunan sembari membawa roket, ia salah satu mujahidin pelontar roket yang menghadang kekuatan penjajah. Ia hadir, menyerang danmenghilang, laksana ditelan bumi.


Demikian, Allah SWT telah menampakkan ayat-ayatnya, melalui para pejuang yang ikhlas dan taat. Allah pasti selalu memberi perindungan kepada hamba-hamba- Nya yang membela agamanya. Janji Allah datang bersama kesabaran. Allah tak akan mengingkari janjinya.
Michael Gerard Tyson alias Malik Abdul Aziz (lahir 30 Juni 1966, New York City, Amerika Serikat) adalah petinju profesional dan mantan juara kelas berat. Kariernya yang sangat menjanjikan terhambat oleh berbagai kasus kriminal. Julukan Mike Tyson secara internasional adalah "Iron Mike", merujuk pada postur tubuhnya yang kuat bagaikan besi. Beberapa media massa yang lain lebih suka menyebutnya sebagai "The Baddest Man on Earth", yang merujuk pada perangainya yang buruk, baik di dalam maupun di luar ring tinju. Sedangkan pers Indonesia lebih senang menyebut Tyson sebagai "Si Leher Beton" merujuk pada lingkaran leher Tyson pada masa jayanya yang ekstra besar dari ukuran normal, dan tampak begitu kokoh.

Dilahirkan di kawasan Bronx, New York City, Tyson adalah salah seorang petinju paling ditakuti karena kebrutalannya. Ia keluar masuk penjara anak-anak dan dikeluarkan dari sekolah. Ia kemudian ditarik keluar dari sekolah anak nakal oleh pelatih tinju terkenal, Cus D'Amato, karena ia melihat potensi dan bakat yang ada pada Michael Gerard Tyson.Karier Mike Tyson berawal dari tinju amatir, sebelum terjun ke tinju profesional, setelah kalah angka dalam kualifikasi tinju amatir menuju Olimpiade dari Henry Tillman.


Mike Tyson bertanding secara profesional pertama kali pada tanggal 6 Maret 1985 di Albany, New York. Ia menang di ronde pertama. Ia kemudian bertinju 15 kali lagi di 1985, memenangkan semua pertandingan dengan KO, dan hampir semuanya di ronde pertama. Ia bertanding 12 kali di 1986, melejit dalam peringkat para petinju dan menarik perhatian media massa. Pada tanggal 22 November 1986 Tyson mendapat kesempatan pertama untuk meraih gelar, melawan Trevor Berbick untuk kelas berat versi WBC. Dua ronde kemudian, pada usia 20, Tyson menjadi juara dunia kelas berat termuda di dunia.


Tyson bertanding tiga kali di 1988, melawan petinju veteran dan mantan juara kelas berat Larry Holmes pada 22 Januari dengan kemenangan TKO ronde keempat; melawan Tony Tubbs di Tokyo di bulan Maret, KO ronde kedua; dan melawan Michael Spinks yang diramalkan menjadi lawan berat Tyson, pada 27 Juni, justru tersungkur KO hanya dalam 90 detik pada ronde pertama.


Selain prestasinya di dunia tinju, masalah-masalah pribadi Tyson juga diekspos oleh pers. Pernikahannya dengan Robin Givens kandas dalam sebuah rumah tangga yang kurang harmonis dan dibumbui berbagai kasus kekerasan dalam rumahtangga. Banyak pula berita mengenai dugaan bahwa kontraknya dicurangi oleh Don King dan Bill Cayton, yang akhirnya membawa kepada perpecahan di antara mereka. Selama 1989, Tyson hanya bertanding dua kali: melawan Frank Bruno di mana ia menang di ronde kelima dan melawan Carl Williams di bulan Juli dengan KO di ronde pertama.

Tyson diadili di Indiana dengan tuduhan perkosaan atas peserta pertandingan Miss Black America tahun 1991 yang bernama Desiree Washington pada 27 Januari 1992. Tyson dinyatakan bersalah melakukan perkosaan pada 10 Februari dan dipenjara selama 3 tahun. (Menurut hukum Indiana, seorang tertuduh yang dinyatakan bersalah melakukan kejahatan harus langsung menjalani masa hukuman di penjara segera setelah hukuman dijatuhkan). Akibatnya, Tyson tidak bertarung lagi hingga 1995.


Sebagai pertarungan pembukaan setelah ia keluar dari penjara, ia melawan Peter McNeeley pada Agustus dan mengalahkan Buster Mathis Jr. dalam tiga ronde pada Desember 1995. Pada Maret 1996 Tyson memenangkan sebuah sabuk kejuaraan ketika merebut gelar WBC dari Frank Bruno yang berat langkah dalam tiga ronde. Pada September 1996 Tyson memenangkan kembali gelar WBA dalam 93 detik dari Bruce Seldon, setelah membayar Lennox Lewis $4 juta dolar AS untuk 'menyingkir'.

Tyson dikritik banyak orang karena melawan petinju-petinju yang sangat tidak bermutu. Misalnya, dikatakan bahwa "lawan-lawan" McNeeleys umumnya kalah dalam 3/4 pertarungan mereka. Mathis adalah lawan yang tidak bermutu, petinju yang pukulannya tidak keras dan kemasyhuran satu-satunya hanyalah bahwa ayahnya pun pernah menjadi petinju yang bertarung melawan Joe Frazier dan Muhammad Ali. Seldon dicemooohkan karena kekalahannya pada ronde pertama melawan Tyson karena ia dipukul oleh sebuah pukulan yang sangat ringan. Banyak yang menuduhnya cuma ketakutan sehingga ia menyerah begitu saja. Secara resmi, pada 1995, selepas dari penjara di Indiana, Mike Tyson mengumumkan telah memeluk agama Islam yang telah dipelajarinya selama di dalam penjara. Nama Muslim Tyson adalah Malik Abdul Aziz.


Pada Agustus 2003, setelah tahun-tahun perjuangan keuangan, Tyson akhirnya bangkrut. Rekening banknya telah dikatakan berjumlah hanya sekitar 5.000 dolar. Di tengah seluruh masalah ekonominya, ia dinobatkan Majalah Ring di nomor 16 di antara seluruh pemukul terbaik sepanjang masa dalam sejarah tinju pada 2003. Pada 31 Juli 2004 Tyson menghadapi orang Inggris Danny Williams yang tak dipandang di pertandingan 'come-back' lainnya yang diadakan di Louisville, Kentucky. Tyson mendominasi pembukaan 2 ronde. Ronde ke-3 lebih seri, dengan Williams yang mendapat beberapa pukulan bersih dan juga sedikit yang tak sah, untuk yang mana ia dipidanakan. Di ronde ke-4 Tyson secara mengejutkan dikalahkan.


Ia sedang mencoba bertanding dengan 1 kaki karena ikat tulang kakinya robek. Williams melayangkan lebih dari 20 pukulan tak terbalas walau Tyson sepertinya tak luka oleh pukulan-pukulan itu. Sepertinya ia hanya terhuyung-huyung dan saat ia dipukul sampai jatuh, ia tak mencoba kembali bangun. Inilah kekalahan karier ke-5 Tyson. Tyson menyobek ikat tulang di lututnya selama ronde pertama. Ia menjalani pembedahan 4 hari setelah pertandingan. Managernya Shelly Finkel menyatakan bahwa Tyson tak bisa melemparkan tangan kanan yang berarti setelah luka pada lutut.





Kariernya benar-benar habis setelah pada 11 Juni 2005 menyerah TKO ronde 7 atas Kevin McBride. Tyson memutuskan mengundurkan diri pada ronde 7, setelah mengalami frustrasi karena kesulitan menguasai Mc Bride yang dianggap lawan ringan. Sebelumnya, pada puncak frustrasinya, Tyson menanduk secara sengaja lawannya, dan berakibat nilainya dipotong 2 angka oleh wasit Joe Cortez. Setelah pertandingan ini, Tyson mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia tinju.Sempat tampil beberapa kali dalam pertandingan eksibisi empat rondean pada tahun 2006, bahkan sempat pula dilirik oleh promotor Muhammad Arsyad untuk bertanding eksibisi pada pertandingan Chris John, namun hingga kini kiprah Tyson jarang terdengar.
For Now,there are 10  Misconception about islam that being headline in our life.We must know if its wrong concept and we must delete it from our mine.

top ten misconception about islam
1.Misconception : Muslims are violent, terrorists and/or extremists.

This is the biggest misconception in Islam, no doubt resulting from the constant stereotyping and bashing the media gives Islam. When a gunman attacks a mosque in the name of Judaism, a Catholic IRA guerrilla sets off a bomb in an urban area, or Serbian Orthodox militiamen rape and kill innocent Muslim civilians, these acts are not used to stereotype an entire faith. Never are these acts attributed to the religion of the perpetrators. Yet how many times have we heard the words ‘Islamic, Muslim fundamentalist. etc.’ linked with violence.
Politics in so called “Muslim countries” may or may not have any Islamic basis. Often dictators and politicians will use the name of Islam for their own purposes. One should remember to go to the source of Islam and separate what the true religion of Islam says from what is portrayed in the media. Islam literally means ‘submission to God’ and is derived from a root word meaning ‘peace’.
Islam may seem exotic or even extreme in the modern world. Perhaps this is because religion doesn’t dominate everyday life in the West, whereas Islam is considered a ‘way of life’ for Muslims and they make no division between secular and sacred in their lives. Like Christianity, Islam permits fighting in self-defense, in defense of religion, or on the part of those who have been expelled forcibly from their homes. It lays down strict rules of combat which include prohibitions against harming civilians and against destroying crops, trees and livestock.

NOWHERE DOES ISLAM ENJOIN THE KILLING OF INNOCENTS.. The Quran says:



“Fight in the cause of God against those who fight you, but do not transgress limits. God does not love transgressors.” (Quran 2:190) “If they seek peace, then seek you peace. And trust in God for He is the One that heareth and knoweth all things.” (Quran 8:61) 

War, therefore, is the last resort, and is subject to the rigorous conditions laid down by the sacred law. The term ‘jihad’ literally means ‘struggle’. Muslims believe that there are two kinds of jihad. The other ‘jihad’ is the inner struggle of the soul which everyone wages against egotistic desires for the sake of attaining inner peace.  

2.Misconception:Islam oppresses women.

top ten misconception about islam
The image of the typical Muslim woman wearing the veil and forced to stay home and forbidden to drive is all too common in most peoples thoughts. Although some Muslim countries may have laws that oppress women, this should not be seen as coming from Islam. Many of these countries do not rule by any kind of Shari’ah (Islamic law) and introduce their own cultural standpoints on the issue of gender equity.

Islam on the other hand gives men and women different roles and equity between the two is laid down in the Quran and the example of the Prophet (peace be upon him). Islam sees a woman, whether single or married, as an individual in her own right, with the right to own and dispose of her property and earnings. A marriage gift is given by the groom to the bride for her own personal use, and she keeps her own family name rather than taking her husband’s. Both men and women are expected to dress in a way that is modest and dignified. The Messenger of God (peace be upon him) said: “The most perfect in faith amongst believers is he who is best in manner and kindest to his wife.”
Violence of any kind towards women and forcing them against their will for anything is not allowed. A Muslim marriage is a simple, legal agreement in which either partner is free to include conditions. Marriage customs thus vary widely from country to country. Divorce is not common, although it is acceptable as a last resort. According to Islam, a Muslim girl cannot be forced to marry against her will: her parents simply suggest young men they think may be suitable.

top ten misconception about islam

3.
Misconception :Muslims worship a different God.

Allah is simply the Arabic word for God. Allah for Muslims is the greatest and most inclusive of the Names of God, it is an Arabic word of rich meaning, denoting the one and only God and ascribing no partners to Him. It is exactly the same word which the Jews, in Hebrew, use for God (eloh), the word which Jesus Christ used in Aramaic when he prayed to God. God has an identical name in Judaism, Christianity, and Islam; Allah is the same God worshiped by Muslims, Christians and Jews. Muslims believe that Allah’s sovereignty is to be acknowledged in worship and in the pledge to obey His teaching and commandments, conveyed through His messengers and prophets who were sent at various times and in many places throughout history. However, it should be noted that God in Islam is One and Only. He, the Exalted, does not get tired, does not have a son ie Jesus or have associates, nor does He have human-like attributions as found in other faiths.

4.Islam was spread by the sword and intolerant of other faiths.
top ten misconception about islam
Many social studies textbooks for students show the image of an Arab horseman carrying a sword in one hand and the Quran in the other conquering and forcibly converting. This, though, is not a correct portrayal of history. Islam has always given respect and freedom of religion to all faiths. The Quran says: 
“God forbids you not, with regards to those who fight you not for [your] faith nor drive you out of your homes, from dealing kindly and justly with them; for God loveth those who are just.( 60:8)
Freedom of religion is laid down in the Quran itself: “There is no compulsion (or coercion) in the religion (Islam). The right direction is distinctly clear from error”. (2:256) Christian missionary, T.W. Arnold had this opinion on his study of the question of the spread of Islam: “.. of any organized attempt to force the acceptance of Islam on the non-Muslim population, or of any systematic persecution intended to stamp out the Christian religion, we hear nothing. Had the caliphs chosen to adopt either course of action, they might have swept away Christianity as easily as Ferdinand and Isabella drove Islam out of Spain, or Louis XIV made Protestanism …”

It is a function of Islamic law to protect the privileged status of minorities, and this is why non-Muslim places of worship have flourished all over the Islamic world. History provides many examples of Muslim tolerance towards other faiths: when the caliph Omar entered Jerusalem in the year 634, Islam granted freedom of worship to all religious communities in the city. Proclaiming to the inhabitants that their lives, and property were safe, and that their places of worship would never be taken from them, he asked the Christian patriarch Sophronius to accompany him on a visit to all the holy places. Islamic law also permits non-Muslim minorities to set up their own courts, which implement family laws drawn up by the minorities themselves. The life and property of all citizens in an Islamic state are considered sacred whether the person is Muslim or not.

Racism is not a part of Islam, the Quran speaks only of human equality and how all peoples are equal in the sight of God. “O mankind! We created you from a single soul, male and female, and made you into nations and tribes, so that you may come to know one another. Truly, the most honored of you in God’s sight is the greatest of you in piety. God is All-Knowing, All- Aware. (49:13)

5.
Misconception :All Muslims are Arabs

top ten misconception about islam
The Muslim population of the world is around 1.2 billion. 1 out of 5 people in the world is a Muslim. They are a vast range of races, nationalities, and cultures from around the globe—from the Phillipines to Nigeria—they are united by their common Islamic faith.
Only about 18% live in the Arab world and the largest Muslim community is in Indonesia. Most Muslims live east of Pakistan. 30% of Muslims live in the Indian subcontinent, 20% in Sub-Saharan Africa, 17% in Southeast Asia, 18% in the Arab world, and 10% in the Soviet Union and China. Turkey, Iran and Afghanistan make up 10% of the non-Arab Middle East. Although there are Muslim minorities in almost every area, including Latin America and Australia, they are most numerous in Russia and its newly independent states, India andcentral Africa. There are about 6 million Muslims in the United States.

top ten misconception about islam

6.
Misconception :The Nation of Islam is a Muslim group.

Islam and the so called “Nation of Islam’” are two different religions. NOI is more of a political organization since its members are not limited to a single faith. Muslims consider this group to be just one of many cults using the name of Islam for their own gain. The only thing common between them is the jargon, the language used by both. “The Nation of Islam” is a misnomer; this religion should be called Farrakhanism, after the name of its propogator, Louis Farrakhan.
Islam and Farakhanism differ in many fundamental ways. For example, Farakhan followers believe in racism and that the ‘black man’ was the original man and therefore superior, while in Islam there is no racism and everyone is considered equal in the sight of God, the only difference being in one’s piety. There are many other theological examples that show the ‘Nation’s teachings have little to do with true Islam. There are many groups in America who claim to represent Islam and call their adherents Muslims.
Any serious student of Islam has a duty to investigate and find the true Islam. The only two authentic sources which bind every Muslim are 1. the Quran and 2. authentic or sound Hadith. Any teachings under the label of “Islam” which contradict or at variance with the direct understanding of fundamental beliefs and practices of Islam form the Quran and authentic Hadith should be rejected and such a religion should be considered a Pseudo-Islamic Cult. In America there are many pseudo-Islamic cults, Farrakhanism being one of them. An honest attitude on the part of such cults should be not to call themselves Muslims and their religion Islam. such an example of honesty is Bahaism which is an off-shoot of Islam but Bahais do not call themselves Muslims nor their religion, Islam. In fact Bahaism is not Islam just as Farrakhanism is not Islam.

top ten misconception about islam

7.
Misconception :All Muslim men marry four wives.

The religion of Islam was revealed for all societies and all times and so accommodates widely differing social requirements. Circumstances may warrant the taking of another wife but the right is granted, according to the Quran, only on condition that the husband is scrupulously fair. No woman can be forced into this kind of marriage if they do not wish it, and they also have the right to exclude it in their marriage contract.
Polygamy is neither mandatory, nor encouraged, but merely permitted. Images of “sheikhs with harems” are not consistent with Islam, as a man is only allowed at most four wives only if he can fulfill the stringent conditions of treating each fairly and providing each with separate housing etc. Permission to practice polygamy is not associated with mere satisfaction of passion. It is rather associated with compassion toward widows and orphans. It was the Quran that limited and put conditions on the practice of polygamy among the Arabs, who had as many as ten or more wives and considered them “property”.
It is both honest and accurate to say that it is Islam that regulated this practice, limited it, made it more humane, and instituted equal rights and status for all wives. What the Qur’anic decrees amount to, taken together is discouragement of polygamy unless necessity for it exists. It is also evident that the general rule in Islam is monogamy and not polygamy. It is a very tiny percentage of Muslims that practice it over the world. However, permission to practice limited polygamy is only consistent with Islam’s realistic view of the nature of man and woman and of various social needs, problems and cultural variations.
The question is, however far more than the inherent flexibility of Islam; it also is the frank and straightforward approach of Islam in dealing with practical problems. Rather than requiring hypocritical and superficial compliance, Islam delves deeper into the problems of individuals and societies, and provides for legitimate and clean solutions which are far more beneficial than would be the case if they were ignored. There is no doubt that the second wife legally married and treated kindly is better off than a mistress without any legal rights or expermanence.

8.
Misconception :Muslims are a barbaric, backward people.
Among the reasons for the rapid and peaceful spread of Islam was the simplicity of its doctrine-Islam calls for faith in only one God worthy of worship. It also repeatedly instructs man to use his powers of intelligence and observation. Within a few years, great civilizations and universities were flourishing, for according to the Prophet (pbuh), ‘seeking knowledge is an obligation for every Muslim man and woman’.
The synthesis of Eastern and Western ideas and of new thought with old, brought about great advances in medicine, mathematics, physics, astronomy, geography, architecture, art, literature, and history. Many crucial systems such as algebra, the Arabic numerals, and also the concept of the zero (vital to the advancement of mathematics), were transmitted to medieval Europe from Islam. Sophisticated instruments which were to make possible the European voyages of discovery were developed, including the astrolabe, the quadrant and good navigational maps.

9.
Misconception :Muhammad was the founder of Islam and Muslims worship him.

Muhammad(pbuh) was born in Mecca in the year 570. Since his father died before his birth, and his mother shortly afterwards, he was raised by his uncle from the respected tribe of Quraysh. As he grew up, he became known for his truthfulness, generosity and sincerity, so that he was sought after for his ability to arbitrate in disputes. The historians describe him as calm and meditative. Muhammad (pbuh) was of a deeply religious nature, and had long detested the decadence of his society.
It became his habit to meditate from time to time in the Cave of Hira near Mecca. At the age of 40, while engaged in a meditative retreat, Muhammad(pbuh) received his first revelation from God through the Angel Gabriel. This revelation, which continued for 23 years is known as the Quran. As soon as he began to recite the words he heard from Gabriel, and to preach the truth which God had revealed to him, he and his small group of followers suffered bitter persecution, which grew so fierce that in the year 622 God gave them the command to emigrate.
This event, the Hijra ‘migration’, in which they left Mecca for the city of Medina, marks the beginning of the Muslim calendar. After several years, the Prophet and his followers were able to return to Mecca, where they forgave their enemies and established Islam definitively. Before the Prophet saw dies at the age of 63, the greater part of Arabia was Muslim, and within a century of his death Islam had spread to Spain in the West and as far East as China. He died with less than 5 possessions to his name.
While Muhammad SAW was chosen to deliver the message, he is not considered the “founder” of Islam, since Muslims consider Islam to be the same divine guidance sent to all peoples before. Muslims believe all the prophets from Adam, Noah, Moses, Jesus etc. were all sent with divine guidance for their peoples. Every prophet was sent to his own people, but Muhammad(pbuh) was sent to all of mankind. Muhammad is the last and final messenger sent to deliver the message of Islam. Muslims revere and honor him (pbuh) for all he went through and his dedication, but they do not worship him. “O Prophet, verily We have sent you as a witness and a bearer of glad tidings and a warner and as one who invites unto God by His leave and as an illuminating lamp.”(33:45-6)

10.
Misconception :Muslims don’t believe in Jesus or any other prophets.

Muslims respect and revere Jesus, upon him be peace, and await his Second Coming. They consider him one of the greatest of God’s messengers to mankind. A Muslim never refers to him simply as ‘Jesus’, but always adds the phrase ‘upon him be peace’ (abbreviated as (u) here). The Quran confirms his virgin birth (a chapter of the Quran is entitled ‘Mary’), and Mary is considered the purest woman in all creation. The Quran describes the Annunciation as follows:


“Behold!” the Angel said, “God has chosen you, and purified you, and chosen you above the women of all nations. O Mary, God gives you good news of a word from Him whose name shall be the Messiah, Jesus son of Mary, honored in this world and the Hereafter, and one of those brought near to God. He shall speak to the people from his cradle and in maturity, and shall be of the righteous.” She said: “O my Lord! How shall I have a son when no man has touched me?” He said: “Even so; God creates what He will. When He decrees a thing, He says to it, “Be!” and it is” (Quran 3:42-47)
Jesus (u) was born miraculously through the same power, which had brought Adam (u) into being without a father: “Truly, the likeness of Jesus with God is as the likeness of Adam. He created him of dust, and then said to him, ‘Be!’ and he was.” (3:59) During his prophetic mission Jesus (u) performed many miracles. The Quran tells us that he said: “ I have come to you with a sign from your Lord: I make for you out of clay, as it were, the figure of a bird, and breath into it and it becomes a bird by God’s leave. And I heal the blind, and the lepers, and I raise the dead by God’s leave.” (3:49) Neither Muhammad (pbuh) not Jesus (u) came to change the basic doctrine of the brief in One God brought by earlier prophets, but to confirm and renew it.
In the Quran Jesus (u) is reported as saying that he came: “To attest the law which was before me. And to make lawful to you part of what was forbidden you; I have come to you with a sign from your Lord, so fear God and obey Me. (3:50) The Prophet Muhammad (pbuh) said:


“Whoever believes there is no god but God, alone without partner, that Muhammad (pbuh) is His messenger, that Jesus is the servant and messenger of God, His word breathed into Mary and a spirit emanating from Him, and that Paradise and Hell are true, shall be received by God into Heaven. “(Hadith related by Bukhari).

Resource : http://www.jannah.org/articles/misc.html
 Para pembaca tahu negara Jerman??ya negara bekas Adolf Hitler dan NAZi nya pernah berkuasa,yang dikenal atheism,sekarang telah banyak berubah.Terutama akan keyakinan yang berkembang pesat disana.Saat ini ,sebagian masyarakatnya telah memeluk agama islam,hal itu menjadi suatu kemajuan akan perkembangan pemeluk islam di Eropa,selain Inggris, dan negara-negara eropa lainnya.

Baru-baru ni,Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maizière telah meminta negara-negara federal untuk melakukan segala upayadalam memperkenalkankurikulum Islam secara nasional di sekolah-sekolah di seluruh negeri.


Dalam pertemuan dengan lebih dari seratus pakar di Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi di kota Nuremberg, pejabat Jerman dan wakil-wakil masyarakat Muslim mencoba untuk memecahkan masalah-masalah hukum yang menghambat inisiatif tersebut, koresponden Press TV Wolfgang Karg melaporkan pada hari Selasa kemarin (15/2).zona aneh


"Kita membutuhkan pendidikan Islam di sekolah-sekolah Jerman dan kita perlu hal itu sekarang, bukan hanya proyek-proyek percontohan," kata menteri Jerman.


Hampir semua negara bagian Jerman telah memperkenalkan proyek-proyek percontohan tersebut untukpelajar Muslim, tetapi hanya satu dari 20pelajar Muslim dapat menghadiri kelas-kelas tersebut.


Baik keluarga atau masyarakat mereka selalu memberikan kaum muda Muslim di Jerman dengan konseling moral dan praktek keagamaanyang mereka butuhkan, kata wartawan Press TV.


Konsekuensi seringnya konflik, menyebabkan keterasingan dari krisis agama dan identitas. Inilah sebabnya mengapa pemerintah mendukung pendidikan Islam di sekolah-sekolah untuk kepentingan anak-anak, meskipun adanya hambatan, ia menambahkan.


Sebagai solusi sementara, pemerintah sekarang menyerukan pemerintah daerah untuk menerima anggota Muslim dalam dewan kota sebagai mitra dalam pengembangan kurikulum untukpelajaran Islam.


"Kami tidak bisa menunggu sampai asosiasi keagamaan diterima seperti itu oleh negara-negara federal," tambah de Maizière.


Menteri berpendapat bahwa anggota parlemen harus berhenti menunggu komunitas Muslim menjadi seperti gereja-gereja Kristen dan bukan berurusan dengan entitas yang mereka yang beragam dan secara sukarela.


Tampaknya adakeinginan baru di antara anggota parlemen dan kelompok-kelompok Muslim di Jerman untuk mencari solusi pragmatis sehingga pendidikan Islam dapat diperkenalkan secara nasional.


Konferensi Islam Jerman akan bertemu lagi pada akhir Maret depan. Kelompok-kelompok Muslim di Jerman berharap bahwa terobosan bisa dicapai saat ini.(fq/prtv)


Sumber : Zona Aneh
Suatu hari,di pesantren kyai kocak,ada seorang mahasiswa yang lagi research mengenai islam di kampung itu.Suatu ketika,saat matahri senja mulai tampak,ketika orang-orang bersiap mau shalat magrib,terdengarlah percakapan antara kyai kocak dan sang mahasiswa di tempat wudhu

”Pak kyai, I am so sorry. I want to ask you”, lagak seorang mahasiswa fakultas teosofi jurusan adu mulut saat pulang kampung. Baru satu tahun setengah dia kuliah di Jakarta.

”What do you asking about?”, kyai kampung kesambet jin muslim asal Inggris.




“He he he he pak kyai gaul juga”, mahasiswa teosofi surprise.

”Yaaaah, litel litel mah ai ken laah”, kyai sedikit agak lebay.

”Pak kyai, ane mau ngajak diskusi soal wudhu nih. Bisa kan?”, mahasiswa teosofi kelihatan lebih serius.

”Yes, of course”, lidah kyai kampung tiba-tiba lancer lagi Inggrisnya. “Why not?”

”Wudhu kita kan batal kalo kentut. Terus wudhu lagi. Kenapa ya, padahal yang kentut kan pantat, mengapa yang dibasuh muka dan yang lain-lain. Mengapa bukan pantat?”, mahasiswa teosofi membuka topik diskusi. Kyai kampung agak kurang bergairah. Berdasar pengalamnnya yang sudah-sudah, ngelayanin diskusi model begini, ujung-ujungnya adalah akal-akalan.

”Yaa kalo sampeyan mau basuh pantat sampeyan yang kentut, ya basuh saja, asalkan dilakukan sebelum wudhu”, kyai menjawab normatif saja.

”Sorry pak kyai, bukan itu maksudnya. Secara logika saya belum bisa memahami. Mengapa pantat yang kentut, tapi muka yang dibasuh? Engga masuk akal”, benar dugaan kyai, hanya akal-akalan.

”Ya karena tidak ada perintah membasuh pantat dalam wudhu, yang ada wajah. Soal wudhu bukan soal masuk akal atau tidak. Tapi soal ta’abbudi”, kyai masih setia melayani lewat jalur mormatif saja.

”Waah susah juga nih”, mahasiswa teosofi keluh-kesah. Dikiranya kyai tidak mengerti isis kepalanya.

”Maksud sampeyan apa sih?”, kyai pura-pura.

”Maksud saya mengapa harus wudhu lagi, mengapa bukan pantatnya saja yang dicuci? Gitu loh”, mahasiswa teosofi menganggap kyai benar-benar tidak mengerti.

”Loh, itu masuk akal, tahu”, kyai mulai meladeni dengan akal-akalan pula.

”Loh, yang masuk akal itu, kalau pantatnya yang dicuci, bukan muka dan yang lain”, mahasiswa teosofi sangat percaya pada logikanya.

”Loh, kok sampeyan ngotot”, kyai pura-pura terpojok.

”Loh, kyai juga kenapa ngotot”, mahasiswa teosofi balik menyerang kyai. Mukanya tegang. Urat lehernya kelihatan menonjol. Lagaknya seperti pendekar debat ala anggota dewan yang seneng adu mulut. Adu mulut melulu, rakyat kaga dipikirin.

”Saya ngotot karena sampeyan ngotot. Padahal dengan membasuh muka dengan sebab pantat yang kentut, itu sangat masuk akal”, kyai mengulang lagi jawabannya.

”Masuk akal bagaimana?”, mahasiswa teosofi nantang.

”Apa perlu saya buktikan?”, kyai nantang juga.

”Harus”, mahasiswa teosofi menjawab tegas. Tangannya ngepal layaknya sedang mimpin demo.

”Dengerin ya, jika satu saat ada orang tengah menjamu tamu-tamu istimewa di ruang tamu rumahnya, tiba-tia dia kentut. Menurut sampeyan, orang itu malu tidak?”, kyai kampung mulai beraksi.

”Ah, itu mah, semua orang juga pasti malu”, mahasiswa teosofi menjewab enteng. Seolah-olah sedang menghadapi calon mahasiswa yang sedang diplonco seniornya.

”Lah kalo orang itu sampeyan sendiri, sampeyan malu tidak?”, kyai mulai di atas angin.

”Ya malu lah”, mahasiswa teosofi masih menjawab enteng dan lebih mantap.

“Nah, yang malu muka sampeyan, apa pantat sampeyan?”, kyai melempar jurus pamungkas yang menohok, tapi sambil nyengir. Alisnya digerak-gerakan turun naik. Sebelah matanya merem, sebelahnya lagi melek agak melotot. Persis kaya Jaja Miharja lagi teriak, ”Apa an tuh!”.

”?$#@&^”, mahasiswa teosofi gagap.

”Masa ... yang malu muka, yang dicuci pantat. Masuk akal kan? Cuci sana muka sampeyan”, kyai ngeloyor masuk mesjid. Langkahnya tegap seperti Paskibraka di istana Merdeka. Ayunan tangannya yang lurus sebahu membuat besek di tangannya berayun seperti gerakan Kora-Kora di Dufan.

 Xixixixi ... diem-diem, kyai mules terpingkal-pingkal. Baru kali ini dia bicara persoalan pantat.NAh bisa diambil hikmah dari cerita diatas kan?

ORiginal Story : Abdul Mutaqin
EDitor               : Randy D'hotory


Kalau artikel sebelumnya fokus pada hari valentine,sekarang kita simak bagaimana dengan maulid nabi??apakah itu merupakan perayaan umat islam yang diperintahkan Rasulullah SAW ataupun Allah swt dalam AL-qur'annya??

mari kita simak salah satu ceramah dalam bulletin online ini :

Maksud dari Maulid Nabi adalah kelahiran nabi Muhammad, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau dilahirkan di tengah keluarga bani Hasyim di Makkah. Mengenai tanggal kelahirannya, para ahli tarikh berbeda pendapat dalam masalah ini, dan tidak ada dari mereka yang mengetahui secara pasti. Namun menurut Shafiyurrahman Mubarakfury dalam kitabnya “Sirah Nabawiyah”, -Juara I lomba penulisan sejarah Nabi yang diadakan oleh Rabithah Al-Alam Al-Islamy- Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dilahirkan pada hari senin pagi, tanggal 9 Rabi’ul Awal, permulaan tahun gajah.

Bertepatan dengan itu, terjadi beberapa bukti pendukung kerasulan di antaranya adalah, runtuhnya sepuluh balkon istana Kisra, padamnya api yang biasa disembah oleh orang-orang Majusi, dan runtuhnya beberapa gereja di sekitar Buhairah. Hal ini diriwayatkan oleh Baihaqi. Selain itu, Ibnu Sa’d meriwayatkan bahwa Ibu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, “Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana-istana di syam.”

Setelah Aminah melahirkan, dia mengirim utusan kepada mertuanya, Abdul Muththalib, untuk menyampaikan berita gembira tentang kelahiran cucunya. Maka Abdul Muththalib datang dengan perasaan suka cita, lalu membawa beliau ke dalam Ka’bah, seraya berdo’a kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Dia memilihkan nama Muhammad untuk beliau, sebuah nama yang belum pernah dikenal di kalangan Arab. Kemudian beliau dikhitan pada hari ke tujuh, seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang Arab.


Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dilahirkan pada hari senin pagi, tanggal 9 Rabi’ul Awal, permulaan tahun gajah.

Itulah sekelumit sejarah tentang kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang kemudian momen penting tersebut diperingati oleh kebanyakan kaum muslimin sejak berlalunya tiga generasi awal Islam, yaitu generasi sahabat, tabi’in, dan tabi’ tabi’in.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kamu berlebih-lebihan memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji (Isa) putera Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka sebutlah, ‘Abdullah wa rasuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya)’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

“Wahai manusia, jauhilah oleh kamu sekalian sikap berlebihan dalam beragama, karena sesungguhnya sikap berlebihan dalam beragama itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya. Dishahihkan oelh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan Ibni Majah dan al Shahihah: no. 1283)

Dan dari Ibnu Mas’ud radliyallah 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Binasalah orang yang berlebih-lebihan dalam tindakannya.” (HR Muslim)

Hadits di atas menerangkan larangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada umatnya untuk memujinya secara berlebih-lebihan.

"Janganlah kamu sekalian memujiku dengan berlebih-lebihan.” Artinya adalah janganlah kamu sekalian memujiku dengan cara yang bathil, dan janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku. Makna kata ithra’ dalam hadits (laa tuthruni), adalah melampaui batas dalam memuji.


Janganlah kamu berlebih-lebihan memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji (Isa) putera Maryam.

Aku hanyalah seorang hamba, maka sebutlah, ‘Abdullah wa rasuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya)’.

Kenyataannya, kebanyakan manusia sangat berlebih-lebihan dalam memuji dan mengagungkan orang yang menjadi panutan dan junjungannya, sehingga mereka meyakini bahwa junjungan mereka itu mampu melakukan sesuatu yang seharusnya hanya hak Allah. Jadi mereka menganggap junjungan mereka itu memiliki sifat ilahiyah dan rububiyah yang sebenarnya hanya milik Allah. Hal itu karena perilaku mereka yang berlebih-lebihan dalam memuji dan menyanjung panutan mereka.

Walaupun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sudah melarangnya, tapi kenyataan ini masih terjadi di kalangan sebagian orang yang mengaku sebagai umatnya. Kita dapati di sebagian syair yang di anggap sebagai salah satu shalawat, yang berbunyi, “Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman ‘ala sayidina Muhammadin alladzi tanhalu bihil ‘uqadu, watanfariju bihil kurabu, wa tuqdha bihil hawaiju....” yang artinya, “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang karenanya ikatan belenggu terurai, dan karenanya malapetaka sirna, dan karenanya kebutuhan-kebutuhan terpenuhi….”

Bukankah itu adalah pujian yang berlebihan, karena menyanjung Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan hal-hal yang sebenarnya hanya kekuasaan Allah saja. Itu adalah satu contoh tentang keadaan sebagian umat yang melampaui batas dalam memuji Nabinya.

Ada masalah lain yang tersisa, yaitu bagaimana dengan acara-acara perayaan dan beberapa perilaku yang dilakukan oleh kebanyakan orang untuk memperingati kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Apakah hal tersebut termasuk perilaku yang berlebih-lebihan dan melampaui batas? Atau merupakan sesuatu hal yang baru yang diada-adakan oleh umat ini?


“Wahai manusia, jauhilah oleh kamu sekalian sikap berlebihan dalam beragama, karena sesungguhnya sikap berlebihan dalam beragama itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu.” al Hadits

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Ustaimin

Tentang hal itu, marilah kita ikuti komentar Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ketika beliau ditanya mengenai hukum merayakan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Beliau berkata, “Pertama, tanggal kelahiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak diketahui secara pasti. Bahkan, sebagian ahli tarikh kontemporer yang mengadakan penelitian menyatakan bahwa tanggal kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah 9 Rabi’ul Awwal, bukan tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Tetapi justru saat ini perayaan maulid dilaksanakan pada malam kedua belas, yang tidak ada dasarnya dalam tinjauan sejarah.


. . . bahwa tanggal kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah 9 Rabi’ul Awwal, bukan tanggal 12 Rabi’ul Awwal.

Kedua, dipandang dari sisi akidah, juga tidak ada dasarnya. Kalaulah itu syariat dari Allah, tentulah dilaksanakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam atau disampaikan pada umat beliau. Dan kalaulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakannya atau menyampaikan kepada umatnya, mestinya amalan itu terjaga, karena Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan sesunggunya Kami benar-benar akan menjaganya.” (Al-Hijr: 9).

Karena ternyata tidak ada sedikit pun keterangan tentang hal itu maka dapat disimpulkan bahwa perbuatan ini bukan dari ajaran Allah. Kalau bukan dari agama Allah, maka kita tidak boleh menjadikannya sebagai jalan untuk beribadah kepada Allah atau bertaqarrub dengan merayakannya.

Allah telah menetapkan suatu jalan yang sudah ditentukan untuk bisa sampai kepada-Nya –itulah yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam-, maka bagaimana mungkin kita diperbolehkan membuat jalan sendiri, yang akan menghantarkan kepada-Nya, padahal kita adalah seorang hamba. Ini berarti mengambil hak Allah, yaitu membuat syariat yang bukan dari-Nya, dan kita masukkan ke dalam ajaran Allah. Ini juga merupakan pendustaan terhadap firman Allah, “Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kecukupkan nikmat-Ku kepadamu….” (Al-Maidah: 3)

Maka kami katakan, bila perayaan ini termasuk bagian dari kesempurnaan dien, tentunya sudah ada sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat. Bila tidak ada, berarti hal itu tidak mungkin menjadi bagian dari kesempurnaan dien, karena Allah berfirman, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (Al-Maidah: 3)

Barangsiapa yang menyatakan bahwa perayaan maulid adalah termasuk ajaran agama, maka ia telah membuat hal yang baru sepeninggal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ucapannya mengandung kedustaan terhadap ayat yang mulia tersebut.

Tidak diragukan lagi bahwa orang yang merayakan maulid Nabi, ingin mengagungkan beliau, ingin menampakkan kecintaan dan besarnya harapan untuk mendapatkan kasih sayang beliau dari perayaan yang diadakan, dan ingin menghidupkan semangat kecintaan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Sebenarnya semua ini adalah termasuk ibadah. Mencintai Rasul adalah ibadah, bahkan iman seseorang tidak sempurnya sehingga ia lebih mencintai Rasul dari pada dirinya, anaknya, orang tuanya, dan semua manusia.

Mengagungkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga termasuk ibadah. Haus akan kasih sayang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga merupakan bagian dari dien. Oleh karena itu, seseorang menjadi cenderung kepada syariat beliau. Jika demikian, tujuan merayakan maulid nabi adalah untuk bertaqarrub kepada Allah, dan mengagungkan Rasul-Nya. Ini adalah ibadah. Bila ini ibadah, maka tidak boleh membuat hal yang baru -yang bukan dari Allah- dan dimasukkan ke dalam agama-Nya untuk selama-lamanya. Maka dari itu, jelaslah bahwa perayaan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah sesuatu yang diada-adakan (bidah) dan haram hukumnya.

Selain itu, kita juga mendengar bahwa dalam perayaan ini terdapat kemungkaran-kemungkaran besar yang tidak diterima oleh syar’i, perasaan, ataupun akal. Mereka melantunkan nyanyian-nyanyian untuk maksud-maksud tertentu yang sangat berlebihan tentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sehingga mereka menjadikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih agung dari pada Allah. –kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut-.

Kita juga mendengar bahwa sebagian orang yang merayakan maulid Nabi, karena kebodohan mereka, apabila salah seorang membacakan kisah tentang kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan jika sudah sampai pada lafadz “Nabi dilahirkan”, mereka berdiri dengan serempak. Mereka berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah datang, maka kami pun berdiri untuk mengagungkannya.” Ini adalah kebodohan. Dan ini bukanlah adab, karena beliau membenci bila disambut dengan berdiri. Para sahabat adalah orang yang paling mencintai dan mengagungkan beliau, tetapi mereka tidak berdiri bila menyambut beliau, karena mereka tahu bahwa beliau membenci hal itu. Saat beliau masih hidup saja tidak boleh apalagi setelah beliau tidak ada.


. . . karena beliau membenci bila disambut dengan berdiri.

Para sahabat adalah orang yang paling mencintai dan mengagungkan beliau, tetapi mereka tidak berdiri bila menyambut beliau, karena mereka tahu bahwa beliau membenci hal itu.

Dalam bidah ini –bidah maulid Nabi yang terjadi setelah berlalunya tiga generasi mulia, yaitu para sahabat, tabi’in, dan tabi’ tabi’in- terdapat pula kemungkaran yang dilakukan oleh orang-orang yang merayakannya, yang bukan dari pokok ajaran dien. Terlebih lagi terjadinya ikhtilath (campur baur) antara laki-laki dan perempuan. Dan masih banyak kemungkaran-kemungkaran yang lain. (Majmu’ Fatawa, Syeikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin).

Kiranya apa yang dikatakan oleh Syaikh Utsaimin di atas cukup menjelaskan kepada kita tentang hukum merayakan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Meskipun mengetahui sejarah dan mengenal Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah wajib bagi kita, bangga –karena beliau adalah rahmat bagi seluruh alam- dan selalu mengenang beliau adalah tugas kita, namun tidak berarti kemudian kita diperbolehkan untuk memuji dan menyanjungnya secara berlebih-lebihan. Kita juga tidak boleh mengadakan ritual untuk mengenangnya dengan melakukan perilaku dan amalan yang tidak pernah beliau contohkan dan anjurkan.

Walaupun tujuan merayakannya adalah ibadah, namun karena tidak ada tuntunannya, maka perbuatan itu sia-sia belaka, dan justru berubah menjadi dosa dan pelanggaran. Karena ibadah itu harus dibangun di atas dalil syar'i (Al-Qur'an dan Sunnah).


Walaupun tujuan merayakannya adalah ibadah, namun karena tidak ada tuntunannya, maka perbuatan itu sia-sia belaka, dan justru berubah menjadi dosa dan pelanggaran.

Mengapa memperingati dan mengenang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam harus dilakukan sekali dalam setahun, padahal sebagai muslim harus selalu mengenang Nabi dan meneladaninya dalam segala aspek kehidupannya. Bahkan seorang muslim harus menyebut nama Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam lebih dari lima kali dalam sehari semalam, yaitu pada syahadat dalam salat wajib.

Mengagungkan dan mencintai Nabi adalah sesuatu yang terpuji dan dianjurkan dalam Islam, tapi dalam pelaksanaannya, harus sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.


Mengagungkan dan mencintai Nabi adalah sesuatu yang terpuji dan dianjurkan dalam Islam,

tapi dalam pelaksanaannya, harus sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang umatnya melakukan sesuatu (ibadah) yang tidak pernah dicontohkan olehnya dalam segala hal. Lalu bagaiamana mungkin orang yang mengaku mencintai dan menyanjung Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan sesuatu yang sangat dibenci olehnya? 
 
 
Sumber : (PurWD/voa-islam.com)
 
See ALso :