Snippet
Tampilkan postingan dengan label forum diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label forum diskusi. Tampilkan semua postingan
Sejumlah penelitian mengklaim bahwa probiotik memiliki dampak terhadap hidup sehat. Konsumsi probiotik seperti yogurt secara teratur akan membantu melancarkan pencernaan serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Hasil studi-studi itulah yang sering dijadikan slogan dalam iklan dan kemasan produk oleh sekitar 800 perusahaan. Untuk membuktikannya, Pusat Keamanan Makanan Eropa telah melakukan uji terhadap ratusan makanan mengandung probiotik.

Hasilnya mengejutkan. Dalam proses pemeriksaan lembaga independen, ditemukan produk tersebut sama sekali tak memiliki pengaruh terhadap keseimbangan pencernaan atau meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Badan otoritas pangan Eropa menyatakan segera menindaklanjuti hasil temuan mereka. Dalam waktu dekat, seperti dikutip Genius Beauty, pusat keamanan makanan Eropa akan melarang produsen untuk menggunakan label yang menyantumkan bahwa makanan yang mengandung probiotik tergolong sehat.

Dalam sejumlah penelitian terdahulu, bakteri baik dalam yogurt meningkatkan gerak peristaltik sistem pencernaan dengan merangsang produksi mucins yang memisahkan nutrisi untuk perbaikan jaringan. Bakteri di usus membantu produksi vitamin B untuk meningkatkan efisiensi sistem saraf.

Probiotik dalam yogurt juga memperbaiki keseimbangan flora ramah di daerah urogenital, mengurangi risiko infeksi kandung kemih atau vagina. Namun probiotik alami mudah rusak oleh faktor-faktor seperti pola makan yang buruk, stres, alkohol, fluktuasi hormon, rokok, operasi dan obat-obatan.

sumber : VIVAnews
 Saya nemu artikel ini dari buletin Islami yang terbit tiap Jum'atan gan. Judul asli artikel ini Surat dari Abdullah Al Ghaza (Pejuang HAMAS) kepada Indonesia. Artikel yang cukup panjang untuk dibaca, tapi isinya sangat menyentuh. Tak ada salahnya kan kalau di-share?
Sebagai bahan renungan kita semua,



“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.

Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!

Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi di televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.

Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?

Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.

Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.

Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.

Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?

Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.

Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.

Abdullah Al Ghaza
 gimana setelah membaca surat diatas??sungguh miris dan menyayat hati bukan??untuk itulah kita harus banyak-banyak bersyukur atas rahmat dan nikmat kita dilahirkan ditanah yang kaya dan tentram ini,semoga membuka mata hati dan pikiran kita.Semoga saudara-saudara kita disana diberikan perlindungan oleh ALLAH swt atas segala kondisi dan keadaan disana.



Allah SWT kembali menampakkan kekuasan-Nya (ayaturrahman) melalui sebuah karamah kejadian ajaib. Perkara di luar nalar manusia. Setiap muslim hendaknya mencermati, mengambil pelajaran. Sebagai bekal menguatkan langkah dalam menjalani kehidupan.


Perang di Gaza juga demikian. Banyak ayat-ayat Allah terbukti. Karamah Allah turun untuk meolong orang yang membela agamanya. Itu yang dialami oleh mujahidin Palestina, para syuhada Gaza. berikut data-datanya:


Kita awali dari Dr. Muawiyah Hassanein, Direktur Ambulan Darurat dan Departemen Kesehatan di Gaza menceritakan:


"Syuhada yang meninggal berhari-hari, bahkan berminggu-minggu masih meneteskan darah segar dari tubuhnya. Kami dan semua orang di sini sangat terkejut…"


Subhanallah….





Syahid 'Iyan berkata: "Saya menyaksikan orang yang gugur syahid tersenyum, meskipun kondisi tubuhnya hancur, darahnya masih segar."




Beberapa dokter Yordan yang menjadi relawan di Gaza memberi kesaksian:


Dr Hisam Az Zighah memberi kesaksian itu di acara Festival Ikatan Dokter Yordan beberapa hari yang lalu. Kepada wartawan Hisam menunjukkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al-Quran serta buku kumpulan doa-doa, Hishnul Muslim.


Saat itu datang seorang mujahidin yang menderita luka di rumah sakit As Syifa'. Dokter dokter tersebut melakukan pemeriksaan. Dokter itu dikejutkan dengan sepotong proyektil peluru yang ia temukan bersarang di saku pejuang tersebut.


Ada lagi pengakuan Abu Qudamah, salah seorang komandan lapangan Hamas di wilayah Timur Az Zaitun, Kota Gaza:


"Saya dan beberapa mujahidin mengintai tank-tank Israel. Kami berdoa agar Allah menurunkan tentara-Nya dari langit membantu kami. Mendadak turunlah awan tebal menyelimuti wilayah kami. Kami menyelinap di antara puluhan tank-tank itu tanpa diketahui oleh musuh. Anehnya tidak terlacak oleh pesawat-pesawat pengintai yang lalu-lalang di udara. Kami mampu meledakkan tangki tank-tank itu, akibatnya 5 tentara Israel tewas dan puluhan luka-luka."


Ketika pesawat-pesawat Israel membombardir di salah satu kota Gaza, turunlah hujan lebat di wilayah itu saja. Pesawat-pesawat itu mengalami kendala terbang berjam-jam dan tidak bisa melanjutkan pembombardirannya..


Dua orang dokter berkebangsaan Yordania bertugas di Gaza sedang bercakap dengan sekelompok mujahidin:


"Kami sedang mengawasi gerak-gerik tentara Israel dari lantai dua, mereka ingin masuk ke dalam. Karena salah seorang mujahidin dari kami telah memasang ranjau di pintu masuk, meledakkalah ranjau itu bersamaan tewasnya tentara Israel. Mendengar serangan itu, tentara Israel yang lain mengepung bangunan kami, terjadilah pertempuran sengit sampai jam dua pagi. Jam dua kami ketiduran sampai jam lima pagi. Kami bangun untuk melihat situasi, ternyata tentara Israel telah hengkang."



Syaikh Abu Bilal di perkemahan Rafah menuturkan:


"Kamu jangan mengira bahwa orang yang gugur di jalan Allah itu mati, mereka bahkan hidup, tapi kamu tidak mengetahui." Al Baqarah:154. Mereka para syuhada diposisikan setelah derajat orang-orang yang benar imannya dan sebelum orang-orang shaleh di dalam Al Qur'an. Allah swt. berfirman:


"Barangsiapa menta'ati Allah, dan Rasul, mereka bersama orang-orang yang Allah beri nikmat kepada mereka, di antara mereka para nabi-nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Merekalah sebaik-baik teman." An Nisa':69-70.


Beliau menambahkan bahwa "Jasad para syuhada masih segar, karena ruh mereka layaknya memakan buah di syurga, ini juga yang menyebabkan semerbaknya bau wangi misk. Darah masih segar, janggut tumbuh. Sebagian syuhada yang dua tahun lamanya, atau berpuluh tahun bahkan beradab-abad tidak rusak jasadnya dan tidak dimakan oleh mikroba dan cacing tanah."





Wangi semerbak serasa minyak kesturi juga keluar dari jasad prajurit Al Qassam, Muhammad Abu Sya'r. Dia termasuk bagian korban serangan bom pesawat Israel. Bau harum itu tercium oleh orang yang menemukannya. Kabar kesyahidannya tersebar ke pelosok masjid.


Para pemuda masjid berbondong melihatnya. Mereka bertahmid, bertahlil dan bertakbir mengangungkan Asma Allah atas keajaiban para syuhada.


Tenaga medis menceritakan, kami berangkat untuk menolong orang yang luka-luka di sebelah Utara Gaza, ketika itu tentara Israel menembaki sekeliling kaki kami. Kami katakan:


"Kenapa kalian melakukan ini, kami bukan tentara, kami tidak bawa senjata apalagi bom."


Salah seorang tentara Israel berteriak: "Kalian orang Arab, kalian memakai pakaian putih, kalian malaikat, kalian berperang bersama Hamas."


Ada juga tentara Israel sedang diwawancarai oleh media Israel, ia mengatakan kehilangan penglihatan karena seorang pemuda, melemparinya dengan segenggam debu. Pemuda itu berbaju putih. Seketika itu buta.


Tentara Israel lainnya menceritakan, bahwa mujahidin memberikan perlawanan memancing mereka dalam banyak pertempuran laksana memancing ayam dan itik.


Pengakuan tentara Israel yang lain, ia melihat tentara Israel terluka dan ditembaki dari arah kanan dan kiri. Bingung, tidak ditemukan dan tidak diketahui dari mana tembakan itu berasal.


Sejumlah wartawan yang meliput perang di Gaza menceritakan, kami bersembunyi dari bombardir. Ketika situasi reda, kami dikejutkan oleh seorang yang keluar dari puing-puing reruntuhan bangunan sembari membawa roket, ia salah satu mujahidin pelontar roket yang menghadang kekuatan penjajah. Ia hadir, menyerang danmenghilang, laksana ditelan bumi.


Demikian, Allah SWT telah menampakkan ayat-ayatnya, melalui para pejuang yang ikhlas dan taat. Allah pasti selalu memberi perindungan kepada hamba-hamba- Nya yang membela agamanya. Janji Allah datang bersama kesabaran. Allah tak akan mengingkari janjinya.
For Now,there are 10  Misconception about islam that being headline in our life.We must know if its wrong concept and we must delete it from our mine.

top ten misconception about islam
1.Misconception : Muslims are violent, terrorists and/or extremists.

This is the biggest misconception in Islam, no doubt resulting from the constant stereotyping and bashing the media gives Islam. When a gunman attacks a mosque in the name of Judaism, a Catholic IRA guerrilla sets off a bomb in an urban area, or Serbian Orthodox militiamen rape and kill innocent Muslim civilians, these acts are not used to stereotype an entire faith. Never are these acts attributed to the religion of the perpetrators. Yet how many times have we heard the words ‘Islamic, Muslim fundamentalist. etc.’ linked with violence.
Politics in so called “Muslim countries” may or may not have any Islamic basis. Often dictators and politicians will use the name of Islam for their own purposes. One should remember to go to the source of Islam and separate what the true religion of Islam says from what is portrayed in the media. Islam literally means ‘submission to God’ and is derived from a root word meaning ‘peace’.
Islam may seem exotic or even extreme in the modern world. Perhaps this is because religion doesn’t dominate everyday life in the West, whereas Islam is considered a ‘way of life’ for Muslims and they make no division between secular and sacred in their lives. Like Christianity, Islam permits fighting in self-defense, in defense of religion, or on the part of those who have been expelled forcibly from their homes. It lays down strict rules of combat which include prohibitions against harming civilians and against destroying crops, trees and livestock.

NOWHERE DOES ISLAM ENJOIN THE KILLING OF INNOCENTS.. The Quran says:



“Fight in the cause of God against those who fight you, but do not transgress limits. God does not love transgressors.” (Quran 2:190) “If they seek peace, then seek you peace. And trust in God for He is the One that heareth and knoweth all things.” (Quran 8:61) 

War, therefore, is the last resort, and is subject to the rigorous conditions laid down by the sacred law. The term ‘jihad’ literally means ‘struggle’. Muslims believe that there are two kinds of jihad. The other ‘jihad’ is the inner struggle of the soul which everyone wages against egotistic desires for the sake of attaining inner peace.  

2.Misconception:Islam oppresses women.

top ten misconception about islam
The image of the typical Muslim woman wearing the veil and forced to stay home and forbidden to drive is all too common in most peoples thoughts. Although some Muslim countries may have laws that oppress women, this should not be seen as coming from Islam. Many of these countries do not rule by any kind of Shari’ah (Islamic law) and introduce their own cultural standpoints on the issue of gender equity.

Islam on the other hand gives men and women different roles and equity between the two is laid down in the Quran and the example of the Prophet (peace be upon him). Islam sees a woman, whether single or married, as an individual in her own right, with the right to own and dispose of her property and earnings. A marriage gift is given by the groom to the bride for her own personal use, and she keeps her own family name rather than taking her husband’s. Both men and women are expected to dress in a way that is modest and dignified. The Messenger of God (peace be upon him) said: “The most perfect in faith amongst believers is he who is best in manner and kindest to his wife.”
Violence of any kind towards women and forcing them against their will for anything is not allowed. A Muslim marriage is a simple, legal agreement in which either partner is free to include conditions. Marriage customs thus vary widely from country to country. Divorce is not common, although it is acceptable as a last resort. According to Islam, a Muslim girl cannot be forced to marry against her will: her parents simply suggest young men they think may be suitable.

top ten misconception about islam

3.
Misconception :Muslims worship a different God.

Allah is simply the Arabic word for God. Allah for Muslims is the greatest and most inclusive of the Names of God, it is an Arabic word of rich meaning, denoting the one and only God and ascribing no partners to Him. It is exactly the same word which the Jews, in Hebrew, use for God (eloh), the word which Jesus Christ used in Aramaic when he prayed to God. God has an identical name in Judaism, Christianity, and Islam; Allah is the same God worshiped by Muslims, Christians and Jews. Muslims believe that Allah’s sovereignty is to be acknowledged in worship and in the pledge to obey His teaching and commandments, conveyed through His messengers and prophets who were sent at various times and in many places throughout history. However, it should be noted that God in Islam is One and Only. He, the Exalted, does not get tired, does not have a son ie Jesus or have associates, nor does He have human-like attributions as found in other faiths.

4.Islam was spread by the sword and intolerant of other faiths.
top ten misconception about islam
Many social studies textbooks for students show the image of an Arab horseman carrying a sword in one hand and the Quran in the other conquering and forcibly converting. This, though, is not a correct portrayal of history. Islam has always given respect and freedom of religion to all faiths. The Quran says: 
“God forbids you not, with regards to those who fight you not for [your] faith nor drive you out of your homes, from dealing kindly and justly with them; for God loveth those who are just.( 60:8)
Freedom of religion is laid down in the Quran itself: “There is no compulsion (or coercion) in the religion (Islam). The right direction is distinctly clear from error”. (2:256) Christian missionary, T.W. Arnold had this opinion on his study of the question of the spread of Islam: “.. of any organized attempt to force the acceptance of Islam on the non-Muslim population, or of any systematic persecution intended to stamp out the Christian religion, we hear nothing. Had the caliphs chosen to adopt either course of action, they might have swept away Christianity as easily as Ferdinand and Isabella drove Islam out of Spain, or Louis XIV made Protestanism …”

It is a function of Islamic law to protect the privileged status of minorities, and this is why non-Muslim places of worship have flourished all over the Islamic world. History provides many examples of Muslim tolerance towards other faiths: when the caliph Omar entered Jerusalem in the year 634, Islam granted freedom of worship to all religious communities in the city. Proclaiming to the inhabitants that their lives, and property were safe, and that their places of worship would never be taken from them, he asked the Christian patriarch Sophronius to accompany him on a visit to all the holy places. Islamic law also permits non-Muslim minorities to set up their own courts, which implement family laws drawn up by the minorities themselves. The life and property of all citizens in an Islamic state are considered sacred whether the person is Muslim or not.

Racism is not a part of Islam, the Quran speaks only of human equality and how all peoples are equal in the sight of God. “O mankind! We created you from a single soul, male and female, and made you into nations and tribes, so that you may come to know one another. Truly, the most honored of you in God’s sight is the greatest of you in piety. God is All-Knowing, All- Aware. (49:13)

5.
Misconception :All Muslims are Arabs

top ten misconception about islam
The Muslim population of the world is around 1.2 billion. 1 out of 5 people in the world is a Muslim. They are a vast range of races, nationalities, and cultures from around the globe—from the Phillipines to Nigeria—they are united by their common Islamic faith.
Only about 18% live in the Arab world and the largest Muslim community is in Indonesia. Most Muslims live east of Pakistan. 30% of Muslims live in the Indian subcontinent, 20% in Sub-Saharan Africa, 17% in Southeast Asia, 18% in the Arab world, and 10% in the Soviet Union and China. Turkey, Iran and Afghanistan make up 10% of the non-Arab Middle East. Although there are Muslim minorities in almost every area, including Latin America and Australia, they are most numerous in Russia and its newly independent states, India andcentral Africa. There are about 6 million Muslims in the United States.

top ten misconception about islam

6.
Misconception :The Nation of Islam is a Muslim group.

Islam and the so called “Nation of Islam’” are two different religions. NOI is more of a political organization since its members are not limited to a single faith. Muslims consider this group to be just one of many cults using the name of Islam for their own gain. The only thing common between them is the jargon, the language used by both. “The Nation of Islam” is a misnomer; this religion should be called Farrakhanism, after the name of its propogator, Louis Farrakhan.
Islam and Farakhanism differ in many fundamental ways. For example, Farakhan followers believe in racism and that the ‘black man’ was the original man and therefore superior, while in Islam there is no racism and everyone is considered equal in the sight of God, the only difference being in one’s piety. There are many other theological examples that show the ‘Nation’s teachings have little to do with true Islam. There are many groups in America who claim to represent Islam and call their adherents Muslims.
Any serious student of Islam has a duty to investigate and find the true Islam. The only two authentic sources which bind every Muslim are 1. the Quran and 2. authentic or sound Hadith. Any teachings under the label of “Islam” which contradict or at variance with the direct understanding of fundamental beliefs and practices of Islam form the Quran and authentic Hadith should be rejected and such a religion should be considered a Pseudo-Islamic Cult. In America there are many pseudo-Islamic cults, Farrakhanism being one of them. An honest attitude on the part of such cults should be not to call themselves Muslims and their religion Islam. such an example of honesty is Bahaism which is an off-shoot of Islam but Bahais do not call themselves Muslims nor their religion, Islam. In fact Bahaism is not Islam just as Farrakhanism is not Islam.

top ten misconception about islam

7.
Misconception :All Muslim men marry four wives.

The religion of Islam was revealed for all societies and all times and so accommodates widely differing social requirements. Circumstances may warrant the taking of another wife but the right is granted, according to the Quran, only on condition that the husband is scrupulously fair. No woman can be forced into this kind of marriage if they do not wish it, and they also have the right to exclude it in their marriage contract.
Polygamy is neither mandatory, nor encouraged, but merely permitted. Images of “sheikhs with harems” are not consistent with Islam, as a man is only allowed at most four wives only if he can fulfill the stringent conditions of treating each fairly and providing each with separate housing etc. Permission to practice polygamy is not associated with mere satisfaction of passion. It is rather associated with compassion toward widows and orphans. It was the Quran that limited and put conditions on the practice of polygamy among the Arabs, who had as many as ten or more wives and considered them “property”.
It is both honest and accurate to say that it is Islam that regulated this practice, limited it, made it more humane, and instituted equal rights and status for all wives. What the Qur’anic decrees amount to, taken together is discouragement of polygamy unless necessity for it exists. It is also evident that the general rule in Islam is monogamy and not polygamy. It is a very tiny percentage of Muslims that practice it over the world. However, permission to practice limited polygamy is only consistent with Islam’s realistic view of the nature of man and woman and of various social needs, problems and cultural variations.
The question is, however far more than the inherent flexibility of Islam; it also is the frank and straightforward approach of Islam in dealing with practical problems. Rather than requiring hypocritical and superficial compliance, Islam delves deeper into the problems of individuals and societies, and provides for legitimate and clean solutions which are far more beneficial than would be the case if they were ignored. There is no doubt that the second wife legally married and treated kindly is better off than a mistress without any legal rights or expermanence.

8.
Misconception :Muslims are a barbaric, backward people.
Among the reasons for the rapid and peaceful spread of Islam was the simplicity of its doctrine-Islam calls for faith in only one God worthy of worship. It also repeatedly instructs man to use his powers of intelligence and observation. Within a few years, great civilizations and universities were flourishing, for according to the Prophet (pbuh), ‘seeking knowledge is an obligation for every Muslim man and woman’.
The synthesis of Eastern and Western ideas and of new thought with old, brought about great advances in medicine, mathematics, physics, astronomy, geography, architecture, art, literature, and history. Many crucial systems such as algebra, the Arabic numerals, and also the concept of the zero (vital to the advancement of mathematics), were transmitted to medieval Europe from Islam. Sophisticated instruments which were to make possible the European voyages of discovery were developed, including the astrolabe, the quadrant and good navigational maps.

9.
Misconception :Muhammad was the founder of Islam and Muslims worship him.

Muhammad(pbuh) was born in Mecca in the year 570. Since his father died before his birth, and his mother shortly afterwards, he was raised by his uncle from the respected tribe of Quraysh. As he grew up, he became known for his truthfulness, generosity and sincerity, so that he was sought after for his ability to arbitrate in disputes. The historians describe him as calm and meditative. Muhammad (pbuh) was of a deeply religious nature, and had long detested the decadence of his society.
It became his habit to meditate from time to time in the Cave of Hira near Mecca. At the age of 40, while engaged in a meditative retreat, Muhammad(pbuh) received his first revelation from God through the Angel Gabriel. This revelation, which continued for 23 years is known as the Quran. As soon as he began to recite the words he heard from Gabriel, and to preach the truth which God had revealed to him, he and his small group of followers suffered bitter persecution, which grew so fierce that in the year 622 God gave them the command to emigrate.
This event, the Hijra ‘migration’, in which they left Mecca for the city of Medina, marks the beginning of the Muslim calendar. After several years, the Prophet and his followers were able to return to Mecca, where they forgave their enemies and established Islam definitively. Before the Prophet saw dies at the age of 63, the greater part of Arabia was Muslim, and within a century of his death Islam had spread to Spain in the West and as far East as China. He died with less than 5 possessions to his name.
While Muhammad SAW was chosen to deliver the message, he is not considered the “founder” of Islam, since Muslims consider Islam to be the same divine guidance sent to all peoples before. Muslims believe all the prophets from Adam, Noah, Moses, Jesus etc. were all sent with divine guidance for their peoples. Every prophet was sent to his own people, but Muhammad(pbuh) was sent to all of mankind. Muhammad is the last and final messenger sent to deliver the message of Islam. Muslims revere and honor him (pbuh) for all he went through and his dedication, but they do not worship him. “O Prophet, verily We have sent you as a witness and a bearer of glad tidings and a warner and as one who invites unto God by His leave and as an illuminating lamp.”(33:45-6)

10.
Misconception :Muslims don’t believe in Jesus or any other prophets.

Muslims respect and revere Jesus, upon him be peace, and await his Second Coming. They consider him one of the greatest of God’s messengers to mankind. A Muslim never refers to him simply as ‘Jesus’, but always adds the phrase ‘upon him be peace’ (abbreviated as (u) here). The Quran confirms his virgin birth (a chapter of the Quran is entitled ‘Mary’), and Mary is considered the purest woman in all creation. The Quran describes the Annunciation as follows:


“Behold!” the Angel said, “God has chosen you, and purified you, and chosen you above the women of all nations. O Mary, God gives you good news of a word from Him whose name shall be the Messiah, Jesus son of Mary, honored in this world and the Hereafter, and one of those brought near to God. He shall speak to the people from his cradle and in maturity, and shall be of the righteous.” She said: “O my Lord! How shall I have a son when no man has touched me?” He said: “Even so; God creates what He will. When He decrees a thing, He says to it, “Be!” and it is” (Quran 3:42-47)
Jesus (u) was born miraculously through the same power, which had brought Adam (u) into being without a father: “Truly, the likeness of Jesus with God is as the likeness of Adam. He created him of dust, and then said to him, ‘Be!’ and he was.” (3:59) During his prophetic mission Jesus (u) performed many miracles. The Quran tells us that he said: “ I have come to you with a sign from your Lord: I make for you out of clay, as it were, the figure of a bird, and breath into it and it becomes a bird by God’s leave. And I heal the blind, and the lepers, and I raise the dead by God’s leave.” (3:49) Neither Muhammad (pbuh) not Jesus (u) came to change the basic doctrine of the brief in One God brought by earlier prophets, but to confirm and renew it.
In the Quran Jesus (u) is reported as saying that he came: “To attest the law which was before me. And to make lawful to you part of what was forbidden you; I have come to you with a sign from your Lord, so fear God and obey Me. (3:50) The Prophet Muhammad (pbuh) said:


“Whoever believes there is no god but God, alone without partner, that Muhammad (pbuh) is His messenger, that Jesus is the servant and messenger of God, His word breathed into Mary and a spirit emanating from Him, and that Paradise and Hell are true, shall be received by God into Heaven. “(Hadith related by Bukhari).

Resource : http://www.jannah.org/articles/misc.html
Poster anti valentine day
Asslamualaikum wr.wb
Sebentar Lagi adalah tanggal 14 Februari,hari yang ditunggu-tunggu para remaja,dan sehari kemudian adalah Hari maulid Nabi besar Kita ,Nabi Muhammad SAW .Hal ini menjadi suatu fenomena yang unik,di tanggal 14 para remaja merayakan hari valentine,dan pada tanggal 15 nya,para orang tua yang kebanyakan memperingati Hari maulid Nabi kita.Hal ini membuat kita miris akan keterpurukan moral dan akidah para generasi penerus bangsa,termasuk penulis sendiri sebagai salah satu generasi penerus.

 Perhatikan firman Allah swt :
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)


Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelosokk Dunia bahkan di Indonesia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan seperti dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi maupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlomba-lomba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio maupun televisin; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

SEJARAH VALENTINE:
Poster sindiran Hari valentine

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.


Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.



Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.



Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.


Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.


PANDANGAN ISLAM


Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontoh begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?


Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.


Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu dipahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.


1. PRINSIP / DASAR

Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.

2. SUMBER ASASI

Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.
Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

3. TUJUAN

Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.


4. OPERASIONAL

Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)
Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan.Toleransi tidak berhubungan dengan pengaruh akidah.


Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita iri hati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.


MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)

Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.


Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.


Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.

 Melihat segala Dampak negatif dari hari valentine diatas,kita tentunya dapat berfikir bahwa apa yang kita peringati itu adalah bid'ah,bukan budaya kita,bukan pula perintah Rasul maupun Allah swt.Lebih baik kita melakukan hal -hal yang nermanfaat,toh kasih sayang dalam islam berlaku sepanjang masa,bukan hanya satu hari dalam setahun saja.Lebih baik kita instropeksi diri lewat Maulid Nabi,dengan mempelajari lagi Sifat akhalqul karimah yang ada pada diri Rasulullah SAW,yang layak di contoh,ketimbang kita melakukan hal-hal yang mubazir.

Tetapi itu kembali kepada pribadi kita masing-masing,sejauh mana kita bisa memahaminya,mengerti akan hal yang sesungguhnya,dan keyakinan masing-masing,tohh saya cuma beropini,andai ada yang berbeda pendapat itu adalah hak anda,dan keburukan maupun kebaikan akan hal itu anda juga yang akan menanggungnya

Bersambung......

See also :
Fitur-Fitur canggih di Browser Google Chrome 
Bangunlah wahai teman ..,sadarlah wahai saudara
10 penyakit mematikan antarspesies
Demokrasi tidak memberi kesejahteraan, tetapi justru melahirkan pertikaian dan pemiskinan. Rakyat yang seharusnya diposisikan sebagai penguasa tertinggi dalam arena perpolitikan, ironisnya, dijerumuskan dalam keterasingan. Intinya, demokrasi hanya melahirkan absurditas, keadaan yang tidak bisa dimengerti dengan kejernihan nurani atau akal waras.
Keadaan itulah yang menjadikan demokrasi gampang mendatangkan banyak kekecewaan. Kondisi buruk yang diembuskan demokrasi diperparah elite politik dan aparat penegak hukum yang menunjukkan aksi-aksi keblunderan. misalnya, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pengulangan pemilihan kepala daerah di berbagai wilayah Bukankah ini menjadikan ketidakpastian berakumulasi?
Banyak perilaku wakil rakyat tidak mencerminkan aspirasi pemilihnya. Bahkan, opini publik sengaja disingkirkan guna mencapai aneka kepentingan sesaat. Bagaimana mungkin wakil rakyat memilih seseorang yang kredibilitasnya diragukan untuk memimpin komisi yang berperan melibas korupsi? Itu hanya sebuah contoh nyata tentang betapa demokrasi amat mencederai perasaan rakyat. Kasus-kasus pencederaan nurani sejenis itu mudah ditampilkan sehingga membentuk statistik politik yang mengundang kegeraman.
Bukan kebetulan jika Wapres Jusuf Kalla yang juga ketua partai besar berujar, demokrasi cuma cara, alat, atau proses, dan bukan tujuan. Demokrasi boleh dinomorduakan di bawah tujuan utama peningkatan dan pencapaian kesejahteraan rakyat. Inikah tanda-tanda zaman tentang kejenuhan dan kemuakan terhadap demokrasi? Jika elite politik diselimuti gejala kemualan terhadap demokrasi, bagaimana dengan rakyat yang telanjur percaya pada janji-janji manis demokrasi?
Kelihaian elite politik dalam bersilat lidah harus dipatahkan. Mekanisme yang dapat dijalankan adalah dengan melakukan evaluasi terhadap kemampuan elite politik dalam berkomunikasi. Sebab, demokrasi berproses dalam diskursus. Tetapi, diskursus dalam demokrasi tidak identik adu mulut penuh kekosongan.
Diskursus yang berlangsung dengan pemakaian bahasa itu, seperti ditegaskan Jurgen Habermas ,harus memuat empat klaim, yakni kejelasan, kebenaran, kejujuran, dan ketepatan. Jika salah satu klaim tidak terpenuhi, proses yang terjadi bukanlah komunikasi, tetapi manipulasi.
 Demokrasi memang tidak setara dengan pertikaian tanpa ujung. Untuk meraih pengambilan keputusan dalam demokrasi, lazim dijalankan dengan mekanisme suara terbanyak. Namun, prosedur ini amat rentan menghasilkan permufakatan jahat. Bukankah suara terbesar belum tentu menjadi cermin kebaikan?
Cara terbaik lain yang dapat ditempuh adalah konsensus. Pada domain ini, rasionalitas tujuan yang hanya mengatasnamakan rakyat dan menjadikannya alat untuk bertikai wajib dihilangkan. Rasionalitas komunikatif harus dikerahkan guna mencegah distorsi politik dengan kesengajaan. Artinya, demokrasi mewajibkan praktik deliberasi, yakni keterlibatan dan kemampuan rakyat dalam mengawasi setiap pengambilan keputusan.
Akhirnya, demokrasi bermuara pada masalah moralitas. Kemerosotan demokrasi lebih banyak disebabkan oleh elite politik yang tidak memiliki integritas moral. Integritas moral bukan sekadar bermakna kehidupan pribadi elite politik telah berkesesuaian dengan persetujuan publik. Integritas moral, berarti terciptanya kesatuan antara nurani yang secara internal terdapat pada manusia, perilaku eksternal yang dapat dilihat secara fisik, dan kepatuhan pada hukum moral.
Integritas moral pada demokrasi adalah keutuhan perasaan, pikiran, dan tindakan yang mengutamakan kepentingan rakyat. Pelanggaran integritas moral adalah pengkhianatan demokrasi. Jangan berharap pada demokrasi jika elite politik tidak mengenal integritas moral!

yudi purna nugraha

65 tahun kita telah merdeka, tapi bangsa ini masih terus di “jajah” baik secara ekonomi, kehidupan, pekerjaan, pendidikan dan politik, 65 tahun kita merdeka, tapi rakyat Indonesia masih hanya bisa berifkir dan berusaha untuk mencari makan esok pagi dan hanya bisa di makan satu kali, padahal di negeri lain rakyatnya saat ini telah berfikir tentang menciptakan kehidupan di mars!.

Masih segar di ingatan 12 tahun yang lalu rakyat negeri ini seperti baru saja bangun dari tidur panjang. Pemuda pemuda, mahasiswa, tokoh politik dan semua elemen masyarakat meneriakkan reformasi, sebuah kata sakti dan menjadi alat legitimasi demokrasi yang terkadang hampir tanpa batas. Ketika itu harapan besar bahwa Indonesia akan menjadi jauh lebih baik begitu membekas.
Ternyata reformasi ini tidak menghasilkan Indonesia yang lebih baik, kebijakan pemerintah yang menciptakan sistem otonomi daerah, yaitu suatu kebijakan yang mengatur bahwa daerah itu sendiri yang mengatur setiap yang ada di isi dan atas bumi mereka hanyalah otonomi daerah semu, otonomi yang tetap di intervensi, di atur, di kuasai oleh pemerintah pusat, bahkan otonomi daerah hanya bisa menyebar kantong kantong korupsi
Indonesia saat ini telah mengalami degradasi kemajuan, betapa kita harus prihatin, di tengah kemajuan Negara “berkembang” dengan pesatnya, rakyat kita masih harus berkutat dengan perut !, kerusuhan antara umat beragama, suku , golongan dan ras semakin menjadi jadi, dengan kata lain hal ini membuktikan bahwa pemerintah gagal dalam mempersatukan bangsa ini Belum lagi di tambah dengan kebutuhan hidup yang semakin mahal tetapi tidak di ikuti dengan peningkatan penghasilan rakyat.


Indonesia terus mengalami degradasi moral, etika, hati nurani, perasaan dan pikiran sehingga para pejabat pejabat yang duduk di tampuk kekuasaan yang ada di negeri ini tidak mempunyai kapasitas, integeritas dan sifat negarawan yang baik di tambah lagi perilaku elite politik dan pejabat pemerintahan belum menunjukkan kepribadian yang profesional. Wakil masyarakat di pemerintahan mulai mengatasnamakan rakyat demi kepentingan golongan. Bahkan, di tengah beragam kesulitan, persoalan-persoalan yang seharusnya menjadi prioritas utama malah dikesampingkan.
Berbagai penangkapan atas dugaan pidana korupsi terhadap pejabat publik, baik di legislatif maupun eksekutif mencerminkan rendahnya tanggung jawab dan kesadaran nasional. Dengan mengambil keuntungan di antara celah-celah kebijakan yang seharusnya hanya untuk kepentingan negara, hal itu juga mencerminkan rendahnya kualitas pengabdian, harga diri, dan integritas
keadaan seperti inilah yang menyebabkan banyak terjadinya konflik masyarakat yang mengarah kepada disintegrasi bangsa, mulai dari pertikaian antarumat beragama, sesama umat beragama, suku, antardesa, bahkan antarelite politik yang jelas-jelas memperlihatkan persaingan politik yang tidak sehat.
Kaum kaum Kapitalis semakin dominan menguasai segala sesuatu isi, baik di dalam maupun di atas Negara ini, semua perusahaan di Indonesia rata rata di kuasai oleh orang asing dan non pribumi, sedangkan rakyat asli Indonesia hanya menjadi kuli panggul di pasar pasar, orang asli Indonesia hanya menjadi pekerja buruh di perkebunan milik perusahaan asing, buruh tambang perusahaan asing,
Persoalan bangsa saat ini kian kompleks dan perlu kerja keras untuk mengatasinya. Masa-masa yang sulit kembali sedang dialami bangsa ini, mulai dari krisis kepercayaan sampai permasalahan harga pangan, sumber energi yang semakin tinggi dan yag lebih parahnya lagi korupsi menjamur di mana mana, hampir setiap lini
Mengapa Revolusi kehidupan Indonseia menjadi Urgent?
Dalam sejarahnya, revolusi tidak serta merta ada begitu saja. Revolusi ini muncul sesudah masyarakat Eropa melampaui masa kegelapan. Masa di mana “pemikiran” mereka mengalami ke-mandeg-an. Renaisance yang muncul pada abad 17 membuat manusia Eropa terlecut, dan kembali ke jalan pemikiran. Dan kesadaran berfikir inilah yang memiliki peran penting membawa manusia Eropa (Inggris khususnya) ke dalam sebuah perubahan besar.
Revolusi lahir, di antara puing-puing peradaban Yunani. Manusia-manusia Eropa bergerak, dan segera merubah dunia mereka. Corak agraris, dirubah menjadi industris. Tenaga-tenaga manusia mulai diganti gerak-gerak mesin yang bermunculan setelah ditemukannya mesin uap. Pabrik-pabrikpun segera saja mengisi sudut-sudut Eropa modern.
Sistem sosial masyarakatnya pun perlahan berubah. Muncul strata-strata baru di dalamnya. Penggolongan tidak lagi didasarkan pada keturunan dan agama, tidak lagi hanya siapa yang bangsawan dan yang bukan. Kondisi ini ada kerena munculnya kelas-kelas baru, kaum buruh (proletar) dan pemodal (borjuis) yang memegang kapital. Di sini siapa yang mampu mengendalikan kapital dialah yang berkuasa.
Perkembangan pesat industripun kemudian memerlukan birokrasi ekonomi yang lebih besar. Dan kemudian dibentuklah sistem-sistem birokrasi penunjang, dan tentunya sistem birokrasi yang menguntungkan kapitalisme. Industri yang berkembang dan birokrasi ekonomi yang luas akhirnya menciptakan sistem pasar yang disebut “kapitalisme” dengan ide dasar, leissez faire. Oleh Smith (1723-1790) “sistem pasar ini adalah sebuah realitas independen yang memusat pada individu dan sekaligus menguasainya.” Pasar akan bergerak dan terus bergerak dengan bimbingan invisible hand-nya Smith. Pasarlah yang membentuk dunia dan pasar pulalah yang menentukan langkah perekonomian sekaligus gerak dunia. Mengenai hal ini, Herbert Spencer (1820-1930) pun sejalan dengan pemikiran Adam Smith, bahkan ia menambahkannya dengan ide Darwinisme Sosial. Ide Darwinisme ini akhirnya ia kembangkan, dan munculah teori seleksi alamiah (survival of the fittest), siapa yang mampu bertahan dialah yang menang. Sebuah ide yang membuat kelas-kelas pemodal semakin dimanjakan. Kepemilikan atas kapital-kapital pabrik, membuatnya semakin memegang kuasa. Akhirnya hanya pada orang-orang inilah kemakmuran terpusat.
Kesenjangan antara kaum buruh dan kapitalis inipun menimbulkan reaksi-reaksi, terutama oleh mereka para cendekiawan Eropa yang merasa gerah atas situasi itu. Sebut saja, Claude-Henri de Saint-Simon (1760-1825), F. M. Charles Fourier (1772-1837), Louis Blanc (1813-1882), dan Karl Marx (1818-1883).
Claude-Henri de Saint-Simon, Sang Bapak Sosialisme dunia. Menurutnya sentralisasi perencanaan sistem ekonomi pemerintah adalah hal yang harus di utamakan. Masyarakat industri akan menjadi baik apabila diorganisaikan secara baik. Dan pemerintah harus memiliki peran penting di dalamnya. Peran sentral para kapitalis sebaiknya dibatasi oleh wewenang pemerintah dalam perekonomian.
F.M. Charles Fourier, kaum borjuis yang olehnya adalah orang-orang cacat sosial. Demi kepentingan mereka sendiri, kaum buruh ditindas. Hal ini yang olehnya disebut sebagai sebuah pertentangan kelas terselubung, dan bila dibiarkaan maka harmoni masyarakat akan rusak. Untuk menyelesaikan hal ini, ia menganjurkan akan sebuah reorganisasi masyarakat. Reorganisasi masyarakat ini dapat dilakukan dengan memisahkan kelompok-kelompok politik dan ekonomi. Opsi kedua yang ia tawarkan adalah dengan memberikan individu-individu kebebasan memilih pekerjaan. Meskipun nampak memberikan jalan keluar namun ide-idenya ini hanya dianggap sebagai sebuah ide utopian yang tidak bisa diwujudkan.
Louis Blanc satu dari orang-orang sosialis yang benar-benar ingin mengangkat kaum buruh. Kaum buruh olehnya harus menjadi prioritas pemerintah dalam menentukan kebijakan. Dan bentuk konkrit dari prioritas itu adalah dengan menyediakan kapital-kapital bagi kaum buruh. Setelah kapital-kapital itu disediakan maka kaum buruh diberi wewenang untuk mengelola pabrik-pabrik yang ada. Ide inipun bernasib sama dengan gagasan Fourier, di tolak dan dibuang jauh di dalam cerobong pabrik kapitalisme. Namun di balik itu, ada hal lain yang menyebabkan ide ini di tolak, merugikan politisi dan ekonom.
Karl Marx. Ide dasar yang membawanya pada sentralisasi murni sistem perekonomian adalah individualisme. Satu paham yang ditentangnya ini dianggap sebagai agen yang membuat masyarakat terkotak-kotak dalam kelas-kelas (Klassengesellschaft) sosial. Kelas-kelas sosial inilah yang olehnya ingin dihilangkan. Kelas sosial ini akan menimbulkan ketimpangan dalam masyarakat, kaum buruh akan semakin tertekan dengan kelas sosialnya. Sebaliknya kaum borjuis akan semakin berjaya. Maka untuk menghilangkan hal itu maka sistem perekonomia harus disentralisasi dengan memusatkan perekonomian itu pada pemerintah. Dengan sistem yang baru ini maka pemerataan akan dapat dilakukan, tidak ada lagi kepemilikan pribadi, yang ada hanya milik bersama secara kolektif. The Communist Manifesto adalah salah satu karya monumental Marx yang melukiskan keradikalanya sebagai seorang sosialis
sebagai bahan referensi tentang rakya Indonesia zaman dahulu dengan zaman sekarang saya kutip kan sedikit tulisan tan malaka dalam karya tulisnya yang berjudul aksi massa“Berapa ribu, bahkan berapa ratus ribu rakyat Indonesia yang meringkuk dengan perut kosong di atas balai-balai setiap hari saat melepas lelahnya, tak terjelaskan dengan tepat. Pemerintah punya catatan angka-angka yang lengkap tentang kebun-kebun dan perusahaan yang menguntungkan, terutama nama-nama orang yang wajib membayar pajak, tetapi lupa memberi kepastian tentang penghidupan rakyat seluruhnya. Betul kadang-kadang dibentuk oleh pemerintah suatu panitia, tapi badan itu tak mewakili rakyat, dan tentu saja panitia itu tidak pernah mendakwa kapital besar, meskipun mencela saja. Pemeriksaan "teratur" dan "merdeka" sebagai bukti maksud-maksud yang suci, belum pernah kedengaran.
Jika kita mau tahu berapa jumlah buruh industri, kebun-kebun dan pengangkutan, tentulah dengan jalan itu kita ketahui berapa banyaknya "budak belian kolonial" yang kelaparan di Indonesia sebab sebagian besar dari buruh industri itu miskin, sebab kepada perusahaan besar-besar itu, mereka harus menjual atau menyewakan tanahnya, hingga akhirnya kehilangan tanah dan mata pencaharian.
Hal itu tidak mungkin disebabkan oleh ketakpedulian dan kelalaian pemerintah. Meskipun kita bekerja dengan angka-angka yang tak cukup, ini belum berarti bahwa keadaan rakyat Indonesia adalah buku yang tertutup bagi kita; bahkan sebaliknya tak dapat diduga bahwa dua sampai tiga juta budak yang tertindas menerima upah yang hanya cukup bertahan agar mati kelaparan. Bagian yang terbesar dari mereka berorganisasi. Mereka itu misalnya buruh kereta api, tukang sapu, kuli barang dan tukang rem, yang mulai bekerja dengan gaji f 15 — dengan satu sampai dua rupiah kenaikan setiap tahun — dan mencapai maksimum f 30 sampai f 40 sebulan apabila mereka sudah beruban.

Sungguh gaji itu terlalu sedikit di zaman kapitalisme, dan hal ini sangat menyedihkan, mengingat kepada kecermatan dan tanggung jawab sekumpulan buruh itu bergantung hidup beribu-ribu manusia..Jika beratus ribu buruh gula yang karena tak berorganisasi tidak berani meminta tambah gajinya; Jika kaum tani yang kehilangan tanah hanya bekerja beberapa bulan dalam setahun dengan gaji 30 atau 40 sen sehari, yakni di waktu memotong tebu; jika 250 sampai 300 ribu kuli kontrak — yang dinamakan "kuli merdeka" di Sumatera Timur — mendapat upah 30 sampai 40 sen sehari, siapakah yang berani mengatakan bahwa di masa ini seseorang (meskipun ia seorang inlander!), dengan anak bininya, dapat hidup sebagai manusia dengan upah 12 sampai dengan 25 rupiah sebulan? Jika ada orang yang berkata seperti itu, ia adalah seekor keledai atau lebih hina lagi adalah seorang "pengkhianat".
Tukang-tukang besi segolongan buruh yang besar gajinya di negeri-negeri lain, di Surabaya sangat rendah gajinya, tinggal seperti di kandang anjing, makanan, pakaian dan keperluan hidup lain-lain tak cukup, hingga kekallah mereka jadi mangsa lintah darat Tionghoa dan Arab. Kita masih mendengar gaji mereka antara 30 sampai 40 rupiah. Di Surabaya yang dikenal sebagai kota dagang, gaji itu berarti sekadar penghalang agar jangan sampai mati”
Apakah cerita zaman sebelum merdeka tersebut sama dengan di zaman sekarang?
“Rakyat Indonesia gagal menjadi raja di tumpah darah mereka sendiri, rakyat Indonesia gagal menjadi penguasa atas tanah tanah nenek moyang mereka. Rakyat Indonesia gagal menjadi penikmat pertama hasil bumi mereka”.Kalimat di atas itulah menjadi jawaban mengapa revolusi itu menjadi perlu, lihat fakta saat ini, semua tanah tanah lebar dan subur rata rata telah di kuasai oleh orang orang yang kapitalis, segala tambang tambang yang menghasilkan minyak, emas, batu bara, nikel, timah, tembaga dan segala sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi telah di kuasai oleh korporasi korporasi asing, setiap pusat perbelanjaan telah di kartel oleh korporasi asing sehingga rakyat tradisional yang mempunyai mata pencarian berdagang.
Coba kita bayangkan, saudar kita yang ada di timur papua hidup dengan penuh keperihatinan, padahala bumi mereka sangat kaya raya, pt Freeport yang mengelolah tambang emas di sana dapat meraup untung sebesar 50 triliun !, fantastis bukan???
Mari kita berhitung dan membuat opsi dengan estimasi dana 50 triliun pertahun tersebut
1. dengan dana 50 triliun tersebut rakyat papua dapat membuat 50.000 sekolah dengan 12 kelas belajar dan   kantor 
 2. dengan dana 50 triliun tersebut rakyat papua dapat membuat jalan sepanjang 50.000 kilo meter, yang dapat menhubungkan dari merauke sampai ke sabang dan dari pulau mianggas sampai pulau rote
3. dengan dana 50 triliun tersebut rakyat papua dapat membuat kebun karet atau sawit sebesar 1.000.000. hectare perkebunan 
dan masih banyak lagi hal yang dapat di lakukan papua jika mereka menjadi raja di negeri sendiri
tapi hal ini akan menjadi sia sian jika kita hanya bisa membungkukan badan terhadap kapitalis, kita hanya bisa meratapi nasib, bersedih atas kemalangan ini, oleh sebab itu kita harus bangkit dari kertepurukan ciptakan sistem ekonomi pro rakya di negeri sana, di Negara Rusia rakyatnya dapat sejahterah dengan isi bumi mereka dan yang paling utama mereka bisa menjadi raja di negeri mereka sendiri, para kaum buruhnya, kaum pekerjanya, kaum petaninya mendaptkan kehidupan dan dukungan financial yang sangat layak lewat sistem mereka sendiri
mereka memiliki aturan 50% untuk pemodal, 25% untuk pekerja dan sisanya untuk Negara, saya beri contoh tentang sistem di sana, di suatu perusahaan bergerak di bidang pertanian mendaptkan hasil atau pendapatan dari produksi perusahaan tersebut sebesar 1 milyar perbulan, nah, sistem pembagian hasil nya adalah 500 ratus juta untuk pemilik perusahaan, 250 juta untuk pekerja dan sisanya untuk Negara, dan apabila di bulan depanya keuntungan dari perusahaan tersebut hanya sebesar 500 juta ,maka sistem pembagianya 250 juta untuk pemilik perusahaan, 125 juta milik pekerja dan sisanya untuk Negara.

Bukan seperti sistem neoliberal yang ada di Indonesia saat ini, para pemilik modak mengejar keuntungan sebesar besarnya akan tetapi para pekerja gaji nya terus di tekan, biaya kesjahteraanya terus di berangus
hitung hitungan di atas adalah hasil suatu sistem yang menerapkan ‘sama rasa, sama rata”, antara pekerja, pemodal dan Negara mendapatkan sesuatu yang layak. Akan teteapi sistem di atas tersebut tidak dapat kita gunakan jika kita terus menganut paham ekonomi neoliberalis,

dan rasa ketidak adilan bagi kaum pribumilah yang membuat kita harus merestorasi Indonesia lewat revolusi
Revolusi seperti apakah dan yang bagai manakah yang harus di lakuakan kita sebagai rakyat Indonesia?. Apakah revolusi boelsheviks ala Lenin di rusia, apakah revolusi francis dengan napoleon bonparte nya, apakah revolusi Vietnam dengan ho chi min nya, apakah revolusi china ala mao Zedong dan revolusi di cina ala mao tze tung, atau lagi revolusi amerika latin ala che Guevara atau revolusi filiphina setelah kematian jose rizal atau revolusi ala tan malaka lewat aksi massa nya.
Semua revolusi di atas bukanlah revolusi yang di akan di lakukan bangsa Indonesia, revolusi yang akan di lakukan lewat aksi massa atau pemberontakan frontal, akan tetapi revolusi ini akan di lakukan dengan cara revolusi ala rakyat indonesia, revolusi yang bukan mengedepankan dengan cara diplomasi tapi revolusi yang di awali dengan agitasi atau propaganda karena menurut tan malaka revolusi itu timbul karena hasil dari berbagai keadaan karena aksi massa adalah jalan terakhir ketika mulut dan pena tak di gubris.

Revolusi adalah sesuatu perubahan dari akar sampai ranting,revolusi yang akan di lakukan oleh rakyat miskin yang di tindas oleh kapitalis, revolusi yang akan di lakukan oleh rakyat yang tidak dapat menentukan nasibnya sendiri

Dengan agenda melakukan nasionalisasi segala bentuk korporasi asing atau perusahaan yang di milik oleh,pemodal asing, meminta Negara menguasai segala sesuatu yang menunjang hidup orang banyak, memberikan kebebasan kepada daerah untuk mengelola sumberdaya mereka,sendiri,memberikan pendidikan dan kesehatan yang layak kepada rakyat Indonesia secara gratis, memberikan pekerjaan dan upah yang layak terhadap rakyat Indonesia sesuai kapasitasnya masing masing

Dan yang paling penting di dalam revolusi kehidupan rakyat Indonesia adalah penghapusan dari setiap jengkal kekuasaan kapitalis dan menjadikan bangsa indonesia sebagai garda terdepan penikmat hasil buminya sendiri dan rakyat indonesia mendapatkan kehidupan yang layak di negeri ini tanpa harus memandang kasta sosial
Kamu pemerintah, pencipta, pengilham perancang intelek perbuatan suram ini! Kamu kira, bahwa ciptaanmu ini dapat menghancurkan kita? Sebagaimana halnya dengan penjara-penjara, pembuangan-pembuangan, pukulan-pukulan tongkat, peluru-peluru dan alat-alat lain dari alam gelap, demikian pun fasisme-mu akan lenyap sebagai timbunan salju di bawah sinar matahari.
Tetapi kita tidak mengharapkan satu khayalan, seolah-olah jalan kita pendek dan rata. Tanah gelap, sukar dan penuh dengan racun adalah jalan menuju kemerdekaan. Dari kiri dan kanan kita telah mendengar bisikan kawan-kawan yang ragu-ragu. Apakah kita akan meneruskan itu?
Berat adanya pekerjaan pendidikan di antara massa, yang berabad-abad mengalami tidak lain daripada hinaan dan pukulan tongkat, baik dari pemerintah bangsa sendiri, maupun dari pemerintah bangsa asing, massa yang dibikin merangkak-rangkak dan meminta-minta sebagai kebiasaan dan pemecahan persoalan penghidupan pada khalayak tak percaya dan pikiran-pikiran budak.
Berat rasanya melaksanakan pekerjaan pendidikan di bawah kekuasaan yang tak segan-segan berdusta, memperkosa undang-undang yang dibikin sendiri, menginjak-injak hak-hak rakyat dan mempergunakan alat-alat perkosaan secara kurang ajar, satu kekuasaan yang memiliki hak luar biasa menggunakan alat-alat penindas yang modern atas rakyat Timur yang menurut.
Berat rasanya melakukan pekerjaan perjuangan dengan suatu pasukan tak bersenjata, kehabisan dan dikelilingi oleh pengkhianat-pengkhianat, melawan suatu pasukan yang mempergunakan emas, orang-orang sewaan dan semua alat-alat lainnya.
Tetapi kebenaran adalah kuasa, kebenaran kita. Pertentangan antara yang berkuasa dan yang dikuasai, ialah dialektik perkembangan kapitalisme, adalah tenaga pendorong dalam perjuangan revolusioner kita, tenaga yang membangkitkan dan mengilhami kembali yang sedang runtuh dan memberikan kemenangan kepada yang kuat.Penderitaan yang sedang mendalam, reaksi yang semakin kurang ajar akan memperkuat barisan kita dalam waktu yang pendek dan merongrong barisan musuh.Kepada kaum intelek kita serukan!.

Juga golonganmu tak akan lepas dari penderitaan akan datang satu masa, bahwa kapitalisme kolonial yang sekarang masih dapat mempergunakan tenagamu, akan membuat kaum-mu seperti sepah yang habis manisnya. Penyakit kapitalis ialah krisis akan tak mampu memelihara, juga kamu buat selama-lamanya. Juga kamu akan terdesak seperti ribuan saudara-saudaramu “Kasta Proletar Intelek”.
Tak terdengarkah olehmu, teriakan massa Indonesia untuk revolusi yang senantiasa menjadi semakin keras? Tak terlihat olehmu, bahwa mereka pelan-pelan melangkah maju dalam perjuangan yang berat?
Apakah kamu akan menunggu sekian lama, sampai nanti kemerdekaan direbut oleh mereka sendiri sedang kamu pasti akan ikut menikmati buah kemenangan mereka yang nyaman? Tidak, sebegitu lesu dan sebegitu rendah tentu akan ada padamu. Karenanya bergabunglah kamu pada barisan!
Dalam taufan revolusioner yang memandang kamu akan belajar mengenai massa Indonesia dalam kemampuan dan kekurangannya, dalam kekuatan dan kelemahannya. Di sana kamu akan mendapatkan kesempatan menggunakan kemampuan moral dan intelek-mu untuk memperlancar jalan revolusi. Di sana kamu akan menginsyafi bagaimana nyamannya melaksanakan pekerjaan sosial dan berjuang untuk dan dengan massa. Di sana kamu akan merasa bagaimana sunyinya hidup secara individual dalam masyarakat kapitalistis.
Jika nanti kita mengharapkan, juga bantuanmu, kota-kota dan desa-desa di pantai-pantai dan gunung-gunung Indonesia yang luas berkobar-kobar untuk menuntut hak dan kemerdekaan, maka tak seorang musuh di dunia yang mampu menahan gelombang taufan revolusioner.
Dalam suasana Republik Indonesia merdeka, tenaga-tenaga intelek dan sosial akan berkembang lebih cepat dan lebih baik. Kekayaan yang maha besar yang diperoleh dengan pekerjaan Indonesia akan tinggal di negeri sendiri. Ilmu pengetahuan yang dikendalikan dan diperkosa yang sekarang dipergunakan untuk keuntungan lintah-lintah darat Belanda, nanti akan dapat berkembang dan akan dapat dipergunakan bagi kepentingan masyarakat Indonesia. Kesenian dan perpustakaan akan baru mendapatkan tanah untuk bertumbuh. Lebih pasti dan lebih cepat Indonesia akan bangkit di lapangan ekonomi, sosial, intelek dan kebudayaan.Akan lampau adanya abad-abad kelaparan dan penderitaan, perbudakan dan ke-paria-an (kasta yang paling terhina di India) yang gelap.
Akan lampau adanya abad-abad dimana berlangsung adanya hak yang tak tentu dan tak adanya hak bagi passivitas-passivitas rohani, kepalsuan dan kegelapan.Akan lampau adanya abad-abad yang mengerikan karena ketakutan akan kelaparan, penyakit menular dan ketakutan menghadapi penarik pajak, polisi dan penjara.Akan lampau adanya perbudakan dan pemerasan satu bangsa oleh bangsa lainnya, dan satu manusia oleh masa lainnya.
Dan jaman baru menyingsing, dimana obor sosialis selanjutnya akan membimbing rakyat Indonesia yang muda ke arah tujuan yang paling mulia.Oleh karena itu , sudah saatnya kita melawan congkaknya tembol feodal, lewat suatu massa aksi yang terbungkus di dalam semangat revolusi, agar rakyat dalam satu nikmat, hapusnya segala bentuk penindasan, non humanis dan ketidakadilan“pemberontakan ada karena adanya penindasan”

KEep Posting get Inspiring,Keep reading get thinking